RM.id Rakyat Merdeka - PTPN Group memanfaatkan momentum Hari Bumi Sedunia 2026 dengan menggelar aksi One Man One Tree. Program ini mengajak seluruh karyawan menanam minimal satu pohon di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemulihan lingkungan sekaligus memperkuat ekosistem perkebunan berkelanjutan. Kegiatan ini juga sejalan dengan pilar Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) melalui program PTPN Hijau.
Program itu memprioritaskan konservasi sumber daya alam dan pelestarian keanekaragaman hayati. Selain itu, penanaman pohon juga mendukung rehabilitasi Daerah Aliran Sungai (DAS).
Kegiatan ini menjadi bagian dari pemenuhan kewajiban sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) dan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO). Kedua sertifikasi tersebut menjadi indikator bahwa operasional perkebunan memperhatikan aspek lingkungan dan keberlanjutan.
Baca juga : PT Djarum dan Polytron Salurkan Rp 8,9 M untuk Program RSLH 128 Rumah di Kudus
Bersama Sub Holding PTPN I, PTPN IV, dan PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), program ini terus berjalan sejak 2024. Hingga 2026, sedikitnya 142.400 pohon telah ditanam di berbagai wilayah operasional.
Penanaman tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah, mahasiswa, hingga kelompok masyarakat. Keterlibatan banyak pihak diharapkan memperkuat dampak sosial dan lingkungan dari program tersebut.
Jenis tanaman yang dipilih disesuaikan dengan kebutuhan tiap daerah. Untuk konservasi, pohon yang ditanam antara lain pinus, damar, mahoni, cendana, bayur, jamblang, kiara payung, cemara, dan ketapang.
Sementara itu, tanaman produktif yang memiliki nilai ekonomi juga ikut ditanam. Di antaranya alpukat, nangka, durian, jambu, dan aren.
Baca juga : BNI Berdayakan 430 Perempuan NTT Lewat Program Anyaman Lontar
Lokasi penanaman diprioritaskan di area strategis, seperti Daerah Aliran Sungai, lahan kritis, dan ruang publik yang membutuhkan penghijauan. Langkah ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Direktur Utama PT Perkebunan Nusantara III (Persero) Denaldy Mulino Mauna mengatakan, penanaman pohon merupakan bagian dari proses bisnis berkelanjutan yang dijalankan perusahaan.
“Pertumbuhan bisnis harus berjalan selaras dengan upaya pelestarian alam,” ujarnya dalam keterangan tertulis, dikutip Jumat (24/4/2026).
Menurutnya, setiap langkah perusahaan tidak hanya berorientasi pada produktivitas dan kinerja usaha. Perusahaan juga menempatkan keberlanjutan ekosistem serta peningkatan kualitas lingkungan sebagai prioritas.
Baca juga : BTN Sukses Cetak 863 Pengembang Baru Lewat Program Mini MBA in Property
“Oleh karena itu, setiap langkah perusahaan juga berorientasi pada keberlanjutan ekosistem,” tegasnya.
Melalui gerakan ini, PTPN Group ingin menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha dan kepedulian terhadap lingkungan dapat berjalan beriringan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.