RM.id Rakyat Merdeka - PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IV PalmCo menggandeng Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk mengembangkan energi terbarukan berbasis kelapa sawit, yakni biogasoline atau bensin sawit. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM).
Direktur Utama PalmCo Jatmiko K Santosa mengatakan, kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi transformasi perusahaan dalam memperkuat hilirisasi industri, sekaligus mendukung kebijakan energi nasional yang lebih berkelanjutan.
“Ini adalah langkah nyata dalam mengintegrasikan riset teknologi ke skala industri,” kata Jatmiko dalam keterangan resmi, Senin (20/4/2026).
Baca juga : Program Penataan Kampung Kumuh DKI Perlu Ditata Ulang
Jatmiko menegaskan, pihaknya tidak hanya berfokus pada produktivitas, namun juga mendorong terbentuknya ekosistem sawit yang ramah lingkungan. Termasuk pengembangan energi bersih dan konsep zero waste di area perkebunan.
"Dengan dukungan riset ITS, kami optimis mampu mengakselerasi implementasi energi bersih, termasuk pengembangan biogasoline yang sangat dinantikan pasar," ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, pengembangan bensin sawit perlu segera masuk tahap industrialisasi. Hal ini guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil dan memperkuat ketahanan energi nasional.
Baca juga : AC Milan Vs Juventus, Duel Pelatih Veteran
“Mulai dari industri skala kecil dulu. Kalau ini berhasil, maka langsung kami buka skala besar. Ini adalah langkah nyata menuju ketahanan energi nasional,” tegas Menteri Amran.
Sebagai informasi, ruang lingkup kerja sama ini mencakup riset energi terbarukan, pengembangan teknologi konversi minyak sawit, hingga penerapan sistem industri berkelanjutan.
ITS berperan penting dalam memastikan inovasi dapat diterapkan secara nyata di lapangan.
Baca juga : Perang Lawan Iran, Trump Janji Nggak Pencet Tombol Nuklir
Menyoal ini, Ketua tim peneliti ITS Hosta Ardhyananta menjelaskan, fokus riset diarahkan pada efisiensi proses konversi minyak sawit menjadi bahan bakar yang kompatibel dengan mesin kendaraan saat ini.
“Kerja sama ini direncanakan berlangsung selama lima tahun dengan pembentukan tim gabungan untuk mengawal implementasi teknologi,” terang Hosta.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.