BREAKING NEWS
 

Kurangi Ketergantungan Impor BBM

PalmCo & ITS Kolaborasi Kembangkan Bensin Sawit

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 26 April 2026 06:35 WIB
PTPN IV PalmCo menjalin kolaborasi strategis dengan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya untuk mengembangkan inovasi energi berbasis kelapa sawit. (Foto: Dok. PTPN IV PalmCo)

 Sebelumnya 
Selain itu, pendampingan juga akan melibatkan Pemerintah agar inovasi biogasoline siap diproduksi secara massal. 

“Sinergi antara industri dan perguruan tinggi ini diharapkan mampu mempercepat pengembangan energi alternatif berbasis sawit di Indonesia,” katanya. 

Melalui langkah hilirisasi yang terarah, pemanfaatan sumber daya domestik tidak hanya memberikan nilai tambah ekonomi. 

Baca juga : Program Penataan Kampung Kumuh DKI Perlu Ditata Ulang

"Tetapi juga menjadi solusi strategis dalam mengurangi ketergantungan pada energi fosil secara bertahap," ucap Hosta. 

Terpisah, Chief Executive Officer (CEO) Institute for Essential Services Reform (IESR) Fabby Tumiwa melihat, meski saat ini cadangan Bahan Bakar Minyak (BBM) dipastikan Pemerintah aman di tengah gejolak global. 

Namun dia mengingatkan, ketahanan energi Indonesia tetap memiliki kerentanan karena ketergantungan terhadap impor minyak yang mencapai sekitar 60 persen dari total kebutuhan. 

Baca juga : AC Milan Vs Juventus, Duel Pelatih Veteran

“Maka, dibutuhkan alternatif pengganti bensin di Indonesia, yang terus gencar dikembangkan sebagai upaya mengurangi emisi dan kemandirian energi,” kata Fabby kepada Rakyat Merdeka, kemarin. 

Bensin sawit misalnya, sambung Fabby, menjadi inovasi bahan bakar dari kelapa sawit yang dikembangkan oleh peneliti Indonesia, termasuk ITS, dengan RON tinggi. 

Presiden Prabowo Subianto bahkan pernah menekankan, pengembangan biofuel (seperti bio sawit B50) untuk menghentikan impor solar dan mengurangi impor bensin. 

Baca juga : Perang Lawan Iran, Trump Janji Nggak Pencet Tombol Nuklir

“Selanjutnya, adalah perlunya validasi teknis dan skala produksi untuk inovasi lokal, serta memastikan keterjangkauan harga,” tutupnya. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense