Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Anjlok Hampir 7 Persen Dalam Sepekan, IHSG Terpuruk Lagi
Sabtu, 25 April 2026 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum berhasil keluar dari tekanan. Dalam sepekan terakhir, IHSG anjlok hampir 7 persen dari level 7.663 di awal pekan menjadi 7.129 pada penutupan akhir pekan.
Mengutip RTI Business, sejak perdagangan dibuka, IHSG langsung melemah 2,41 persen ke level 7.200,86. Bahkan sempat menyentuh level lebih rendah di posisi 7.193,42.
Pelemahan berlanjut hingga penutupan sesi pertama. IHSG anjlok 3,06 persen atau setara 225,75 poin dibandingkan level pembukaan. Tren negatif ini berlanjut hingga penutupan perdagangan Jumat (24/4/2026), dengan indeks turun 2,16 persen ke level 7.378,61.
Baca juga : Hari Ke-4, 15.349 Jemaah Haji Diberangkatkan
Kondisi serupa juga terjadi pada penutupan perdagangan Kamis (23/4/2026). IHSG ditutup merosot 2,16 persen ke level 7.378,61 seiring sentimen negatif global dan aksi jual besar-besaran oleh investor asing. Dalam sepekan terakhir, IHSG anjlok 6,61 persen.
Hasil riset Phintraco Sekuritas menunjukkan, pelemahan ini dipicu kekhawatiran terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah tingginya harga minyak mentah serta depresiasi nilai tukar rupiah.
Faktor eksternal turut menekan IHSG, terutama konflik di sekitar Selat Hormuz yang membuat harga minyak bertahan di level tinggi lebih lama dari perkiraan. Perpanjangan gencatan senjata Israel dan Lebanon dinilai belum cukup meredakan kekhawatiran pasar.
Baca juga : Hendri Satrio: Usulan Ideal, Tapi Parpol Selalu Cari Jalan Pintas
Selain itu, pelaku pasar mulai meragukan peluang Amerika Serikat (AS) dan Iran kembali ke meja perundingan dalam waktu dekat. Kondisi ini semakin memperburuk sentimen global.
Secara teknikal, IHSG menunjukkan sinyal pelemahan lanjutan. Indeks telah breakdown dari level MA20, sementara histogram MACD positif mulai menyempit dan berpotensi membentuk death cross. Di sisi lain, terdapat gap down di kisaran 7.022 yang berpotensi menjadi target penurunan berikutnya.
Dengan kondisi tersebut, IHSG diperkirakan akan menguji level support kuat di 7.000, dengan rentang pergerakan resistance di 7.300, pivot 7.200, dan support di 7.000.
Baca juga : Hendrawan Supratikno: Kami Selalu Utamakan Kader Internal Partai
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan, pelemahan IHSG juga dipengaruhi bursa regional Asia yang mayoritas melemah.
Menurutnya, kondisi ini dipicu kenaikan harga minyak di tengah mandeknya negosiasi perdamaian antara AS dan Iran serta berlanjutnya gangguan di Selat Hormuz.
"Ketidakpastian pasokan yang masih berlangsung membuat harga energi tetap tinggi, sehingga memperkuat kekhawatiran terhadap inflasi dan pertumbuhan global," ujar Nico dalam risetnya, Jumat (24/4/2026).
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya