Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Atasi Krisis Energi
Saran DPR, Alihkan Subsidi BBM Ke Transportasi Publik
Sabtu, 25 April 2026 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - DPR mengapresiasi respons cepat Pemerintah dalam menghadapi krisis energi global dengan kebijakan seperti Work From Home (WFH) setiap Jumat. Agar penghematan Bahan Bakar Minyak (BBM) lebih optimal, DPR memberi saran ke Pemerintah untuk mengalihkan subsidi energi ke investasi transportasi publik.
Anggota Komisi V DPR Irine Yusiana Roba Putri mengatakan, subsidi BBM kendaraan pribadi harus segera direorientasi secara bertahap untuk mendukung operasional angkutan umum. “Langkah ini agar penggunaan energi lebih efisien dan tepat sasaran,” ucapnya, Jumat (24/4/2026).
Baca juga : MBG Difokuskan Ke Daerah Rawan Pangan Dan Stunting
Investasi pada transportasi publik, lanjutnya, merupakan langkah ekonomi strategis guna menghasilkan penghematan energi massal. Kebijakan itu juga mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus mengurangi kemacetan parah. Masyarakat berpenghasilan bawah merupakan pengguna utama moda ini sehingga pemberian subsidi akan terasa jauh lebih adil.
Komisi V DPR mendorong menjadikan krisis energi saat ini sebagai titik balik perbaikan sistem transportasi nasional. Akses layanan pendidikan, kesehatan, serta pekerjaan bagi warga tidak boleh terhambat akibat pembatasan mobilitas. “Sistem Indonesia harus diarahkan agar lebih tangguh, berkeadilan, juga efisien dalam jangka panjang,” ucapnya.
Baca juga : Kasus Korupsi Tambang Ilegal, Kejagung Tetapkan 3 TSK Baru
Anggota Komisi XII DPR Ateng Sutisna menambahkan, penyesuaian harga BBM nonsubsidi perlu dibarengi dengan percepatan transportasi publik. Fasilitas transportasi publik harus aman, nyaman, murah, serta menjangkau pusat aktivitas ekonomi. Pembangunan sistem yang terintegrasi sangat mendesak agar mobilitas masyarakat tetap lancar meski harga minyak dunia bergejolak.
Transportasi publik yang baik, menurut Ateng, akan jadi solusi nyata mengatasi ketergantungan masyarakat terhadap penggunaan BBM. Warga memiliki pilihan mobilitas murah sehingga lebih tahan menghadapi fluktuasi harga energi global. Itu juga otomatis mengurangi beban ekonomi rumah tangga karena efisiensi penggunaan bahan bakar dapat tercapai maksimal.
Baca juga : Sjafrie Kumpulkan Jenderal-jenderal
Saat ini, kontribusi angkutan umum terhadap mobilitas di kota besar Indonesia memang masih sangat terbatas. Data menunjukkan, pangsa penggunaan transportasi publik masih di bawah 30 persen pada beberapa wilayah. “Angka itu jauh tertinggal dibandingkan kota maju dunia yang mampu mencapai lebih dari 60 persen,” terangnya.
Untuk itu, dia mendorong penguatan pola konsumsi BBM yang lebih efisien melalui edukasi bijak kepada seluruh masyarakat. Penyediaan alternatif terjangkau juga diperlukan guna menjaga stabilitas pengeluaran rumah tangga. Kecerdasan menggunakan bahan bakar harus dibangun agar publik tidak terlalu rentan terhadap perubahan harga yang mendadak.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya