Sebelumnya
Hal ini dipastikannya seusai menghadiri rapat koordinasi yang dipimpin Menteri Koordinator (Kemenko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan di Kantor Kemenko Pangan, Rabu (22/4/2026).
“Anggarannya didukung oleh Kementerian Keuangan. Begitu ditandatangani, kami langsung dengan BUMN (Badan Usaha Milik Negara) Karya, eksekusi (bangun segera) semuanya,” kata dia.
Kini, dengan cadangan yang kuat, Bulog tidak hanya berperan sebagai stabilisator, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam ekosistem pangan nasional.
Sebab, stok ini menjadi instrumen strategis dalam meredam gejolak harga, mengantisipasi kondisi darurat, serta mendukung program-program Pemerintah terkait bantuan pangan.
Baca juga : SPHP Berlanjut, Pembelian Beras Dibatasi 25 Kilogram
Terpisah, Kepala Badan Pengaturan (BP) BUMN Dony Oskaria menegaskan, ketahanan pangan bukan sekadar wacana, melainkan bukti nyata yang telah dijalankan langsung oleh BUMN di sektor pangan, yaitu Bulog.
“Bulog itu, adanya di tempat saya (BP BUMN) dan barangnya (terkait swasembada beras) benar ada. Hari ini, saya bahkan harus inject Bulog Rp 39 triliun lagi karena mesti membeli panennya masyarakat,” tegas Dony dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Menurut Dony, peningkatan masif produksi beras nasional terbukti nyata dengan semakin terbatasnya kapasitas gudang penyimpanan.
Ia menjelaskan, Pemerintah meyakini kedaulatan sebuah negara sangat ditentukan oleh kemampuannya untuk berdiri sendiri, terutama di sektor pangan.
Baca juga : Jakarta Diminta Siap Hadapi El Nino Godzilla
Menanggapi ini, pengamat pertanian sekaligus Guru Besar di Fakultas Pertanian IPB University Dwi Andreas Santosa mengapresiasi Pemerintah yang mampu menjaga ketahanan pangan nasional kendati situasi geopolitik masih tidak menentu.
“Dengan melimpahnya cadangan beras, maka langkah selanjut yang perlu dilakukan Pemerintah adalah soal distribusi beras ke masyarakat,” kata Dwi kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dwi meyakini, membanjiri pasar dengan stok beras dapat mendorong penurunan harga beras, yang merangkak naik dalam 2 atau 3 bulan terakhir.
“Stok beras tahun lalu juga kan masih ada. Itu harus segera didistribusikan agar mutu tidak turun karena terlalu lama disimpan. Kalau stok banyak di pasaran, kan harga beras juga bisa kembali stabil,” katanya.
Baca juga : Barca Di Ambang Juara
Selain itu, melimpahnya stok beras saat ini diyakininya menjadi strategi antisipasi dalam menghadapi fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung selama musim kemarau pertengahan tahun ini.
Kondisi ini bisa berpotensi pada penurunan produksi pangan di sejumlah wilayah.
“Kuncinya sekarang ada pada pengelolaan stok dan distribusi yang presisi,” tegasnya. [IMA]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.