Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Masjidil Haram Mulai Dipenuhi Jemaah Sejumlah Negara
Jemaah Haji Diingatkan Selalu Bawa Kartu Nusuk
Minggu, 26 April 2026 07:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Tanah Suci, Makkah
Jemaah haji diingatkan untuk selalu membawa Kartu Nusuk saat beraktivitas di kawasan Masjidil Haram, di tengah membludaknya jemaah dari berbagai negara yang mulai memadati pusat kiblat umat Islam dunia tersebut, Kamis (23/4/2026) waktu Arab Saudi.
Pantauan di lapangan menunjukkan ribuan jemaah dari Bangladesh, India, Lebanon, hingga sejumlah negara Arab telah memenuhi area Masjidil Haram untuk melaksanakan rangkaian ibadah umrah, seperti ihram, thawaf, sa’i, hingga tahallul. Suasana ibadah berlangsung khusyuk meski kepadatan terus meningkat menjelang puncak musim haji.
Tak hanya jemaah dewasa dan lansia, sejumlah keluarga dari negara-negara Arab juga tampak membawa anak-anak mereka mengikuti rangkaian ibadah. Bahkan, beberapa di antaranya terlihat menggendong anak untuk mendekati dan mencium Hajar Aswad.
Setelah menuntaskan ibadah, sebagian jemaah memanfaatkan waktu untuk menikmati suasana sejuk dan megahnya Masjidil Haram.
Baca juga : Satriwan Salim: Ada Ketidakadilan Pada Tata Kelola Guru
Ada pula yang mengabadikan momen dengan berfoto berlatar Ka’bah.
Di tengah meningkatnya mobilitas jemaah, otoritas Arab Saudi memperketat pengawasan dengan melakukan pemeriksaan acak di sejumlah titik strategis, seperti terminal Jabal Alka’bah dan jalur menuju Masjidil Haram. Petugas keamanan kerap meminta jemaah menunjukkan dokumen resmi, termasuk visa dan Kartu Nusuk.
Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal mengimbau, jemaah Indonesia untuk disiplin membawa dokumen identitas, terutama Kartu Nusuk, setiap kali beraktivitas di luar hotel maupun saat menuju tempat ibadah.
“Kartu Nusuk harus dibawa ke mana-mana, karena itu menjadi syarat utama akses masuk ke area ibadah seperti Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi,” tegasnya.
Kartu Nusuk berfungsi sebagai identitas resmi jemaah haji yang memuat data penting seperti nama, foto, tanggal lahir, hingga lokasi penginapan. Dokumen ini juga menjadi pembeda antara jemaah resmi dan nonresmi.
Baca juga : Lalu Hadrian Irfani: Usulan Ini Memiliki Landasan Yang Kuat
Untuk musim haji 2026, distribusi Kartu Nusuk telah dilakukan lebih awal di embarkasi sebelum keberangkatan. Proses aktivasi dilakukan oleh syarikah yang bekerja sama dengan pemerintah Indonesia, sehingga jemaah sudah memegang kartu aktif setibanya di Tanah Suci.
Sementara itu, akses masuk ke Kota Makkah kini dijaga ketat. Setiap jemaah diwajibkan menunjukkan visa dan Nusuk, sedangkan warga lokal atau mukimin harus memiliki tasreh atau izin resmi untuk memasuki wilayah haram. Petugas keamanan Arab Saudi kerap terdengar menyerukan “tasreh” saat melakukan pemeriksaan.
Di sisi lain, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) menyiapkan 177 hotel bagi jemaah haji reguler di Makkah, ditambah lima hotel cadangan yang tersebar di sejumlah wilayah, seperti Syisyah, Raudhah, Misfalah, Jarwal, dan Aziziyah.
Menurut Ihsan Faisal, hotel cadangan ditempatkan di wilayah Syisyah yang dinilai strategis dan dekat dengan area jamarat, guna mendukung kelancaran skema tanazul pada puncak haji nanti. Seluruh hotel juga dilengkapi fasilitas penunjang, termasuk mesin cuci dan area jemuran.
Di tahap awal operasional haji 2026, pergerakan jemaah Indonesia masih terfokus di Madinah. Hingga 23 April 2026, tercatat sebanyak 40 kloter dengan total 15.349 jemaah telah diberangkatkan ke Arab Saudi.
Baca juga : DPR Dukung Moratorium Pengiriman PMI Ke Timteng
Dari jumlah tersebut, sebanyak 9.884 jemaah telah tiba di Madinah untuk menjalani ibadah sunnah arbain sebelum diberangkatkan ke Makkah secara bertahap.
Kementerian juga mencatat layanan kesehatan terus dioptimalkan. Sebanyak 93 jemaah menjalani rawat jalan, dua dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia, dan satu jemaah dirawat di rumah sakit Arab Saudi.
Selain itu, Pemerintah menyampaikan duka cita atas wafatnya satu jemaah asal Indonesia akibat serangan jantung, serta memastikan seluruh hak jemaah, termasuk pelaksanaan badal haji, tetap terpenuhi. Dengan meningkatnya suhu yang mencapai sekitar 34 derajat Celsius di Madinah, jemaah diimbau menjaga kondisi fisik dengan memperbanyak minum dan mengurangi aktivitas yang tidak mendesak.
Pemerintah juga menegaskan komitmennya menghadirkan layanan haji yang ramah bagi lansia, penyandang disabilitas, dan perempuan, guna memastikan seluruh jemaah dapat menjalankan ibadah dengan aman dan nyaman.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya