Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Stok Beras 5 Juta Ton, Pupuk Surplus 1,5 Juta Ton
Ketahanan Pangan Kita Tangguh Hadapi Krisis
Minggu, 26 April 2026 08:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kabar baik datang dari sektor pangan nasional di tengah gejolak global. Stok beras dilaporkan menembus 5 juta ton, sementara ketersediaan pupuk surplus 1,5 juta ton. Capaian ini menjadi sinyal kuat ketahanan pangan Indonesia tangguh menghadapi krisis.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut, stok beras nasional per April 2026 mencapai 5.000.198 ton. Angka tersebut menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah, sekaligus menandai capaian penting dalam penguatan sektor pangan nasional.
“Hari ini, Alhamdulillah, menjadi hari di mana kebahagiaan petani tercapai. Produksi meningkat, tentu pendapatan juga meningkat. Kita mencapai stok Bulog 5.000.198 ton,” kata Amran dalam ke terangannya, dikutip Jumat (24/4/2026).
Baca juga : Soal Jabatan Ketum, Orang Parpol Nolak Dibatasi
Menurut Amran, kondisi ini mencerminkan peningkatan produksi yang signifikan serta pengelolaan logistik yang semakin kuat dan terintegrasi. Tidak hanya berdampak pada stabilitas pangan dalam negeri, capaian ini juga dinilai berkontribusi terhadap ketahanan pangan global, terutama di tengah tingginya konsumsi beras dunia.
Ia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa Indonesia mampu menjaga kemandirian pangan. Sepanjang 2025, Indonesia tidak melakukan impor beras, dan pemerintah optimistis tren ini akan berlanjut pada 2026.
“Alhamdulillah kita tidak impor di 2025. Insya Allah 2026 tidak impor beras. Cadangan kita adalah yang tertinggi sepanjang sejarah pada bulan April,” katanya.
Baca juga : Rupiah Tembus 17.300, Pengusaha Cenat-cenut
Berkat cadangan yang besar, Amran optimistis, Indonesia mampu menghadapi fenomena kemarau ekstrem El Nino yang diprediksi berlangsung selama enam bulan. Ia memastikan kekuatan stok yang ada jauh melampaui potensi tekanan akibat gangguan iklim tersebut.
Amran merinci, selain stok beras pemerintah yang mencapai 5 juta ton, cadangan di sektor hotel, restoran, dan katering (horeka) diperkirakan sekitar 12,5 juta ton. Sementara itu, standing crop atau padi siap panen mencapai sekitar 11 juta ton.
Jika ditotal, cadangan beras nasional diperkirakan mencapai 22,5 juta ton atau setara kebutuhan selama 11 bulan. “Artinya aman. Kekeringan (El Nino) hanya enam bulan, sementara kekuatan stok kita sekitar 11 bulan ke depan,” tegasnya.
Baca juga : Jemaah Haji Diingatkan Selalu Bawa Kartu Nusuk
Melimpahnya cadangan beras ini juga membuat Perum Bulog kembali mencatat capaian bersejarah dalam pengelolaan Cadangan Pangan Pemerintah (CPP). Keberhasilan ini dinilai sebagai tonggak penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di tingkat nasional.
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan, capaian tersebut bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam memastikan ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat.“Pencapaian 5 juta ton ini adalah wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujarnya, dikutip Jumat (24/4/2026).
Ia menambahkan, capaian ini menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya