RM.id Rakyat Merdeka - Implementasi program Wajib Halal Oktober 2026 terus digaungkan kepada masyarakat dan pelaku usaha lintas sektor. Momentum tersebut terlihat dalam ajang Global Printing and Packaging Expo (GPPE) 2026 yang berlangsung di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Indonesia, pada 6-9 Mei 2026.
Dalam pameran industri percetakan dan kemasan berskala internasional itu, PT Alam Utama Mulia (AUM) Nalarih bersama Lembaga Pemeriksa Halal Nahdlatul Ulama Halal Center (LPH NU-HAC) aktif mengedukasi pengunjung mengenai pentingnya sertifikasi halal, termasuk pada sektor kemasan dan bahan pendukung produk yang selama ini belum banyak dipahami masyarakat.
Direktur PT AUM Nalarih, Ananto Fajar, menegaskan dukungannya terhadap implementasi program Wajib Halal Oktober 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem halal nasional.
“Kami mendukung penuh implementasi program Wajib Halal Oktober 2026 sebagai langkah strategis memperkuat ekosistem halal nasional sekaligus memberikan perlindungan dan kepastian kepada masyarakat dalam mengonsumsi produk yang terjamin kehalalannya,” ujar Ananto.
Menurutnya, program wajib halal bukan sekadar kewajiban regulasi, tetapi juga momentum bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan kepercayaan pasar, baik domestik maupun global.
“Program ini bukan hanya kewajiban regulasi, tetapi juga momentum bagi pelaku usaha Indonesia untuk meningkatkan daya saing, kualitas, dan kepercayaan pasar domestik maupun global,” lanjutnya.
Baca juga : Korlantas dan Polda Bali Sukses Amankan Lalu Lintas Kemala Run 2026
PT AUM Nalarih juga menyatakan kesiapan bersinergi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH), pemerintah, pelaku usaha, lembaga pendamping, serta seluruh pemangku kepentingan.
Hal ini untuk mempercepat sertifikasi halal dan penguatan implementasi Sistem Jaminan Produk Halal di Indonesia.
Ananto menambahkan, perusahaan memiliki visi menjadi pelopor pembangunan ekosistem industri halal global yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ramah lingkungan atau green practices.
“Kolaborasi yang kuat menjadi kunci agar target Wajib Halal 2026 dapat berjalan optimal, inklusif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat serta pertumbuhan ekonomi nasional,” katanya.
Dengan mengusung motto “Membimbing Anda Menuju Sertifikasi Halal Mudah, Cepat, dan Amanah,” PT AUM Nalarih menargetkan kontribusi aktif dalam mendukung penguatan industri halal nasional.
Sementara itu, perwakilan LPH NU-HAC, Reny Lia Yustka menilai, ajang GPPE 2026 menjadi momentum strategis untuk memperluas literasi halal kepada masyarakat, khususnya terkait cakupan produk wajib halal yang lebih luas dari sekadar makanan dan minuman.
Baca juga : PT IIM Gandeng YKSE, Salurkan Program CSR Pendidikan 2026
“Selama ini masyarakat umumnya hanya memahami halal pada makanan dan minuman. Padahal cakupan wajib halal Oktober 2026 jauh lebih luas, termasuk packaging atau kemasan yang masih banyak belum diketahui publik,” jelas Reny.
Ia mengatakan, respons pengunjung terhadap edukasi halal di booth LPH NU-HAC sangat positif.
Banyak pengunjung baru mengetahui perubahan logo halal Indonesia, peran BPJPH, hingga prosedur pengurusan sertifikasi halal yang sebelumnya kerap dipahami secara keliru.
“Antusiasme pengunjung sangat baik. Banyak yang baru tahu bentuk logo halal terbaru, lebih mengenal BPJPH, dan jadi tertarik memahami proses pengurusan sertifikasi halal,” ujarnya.
Reny menambahkan, keikutsertaan dalam event tersebut juga memperkuat awareness masyarakat bahwa pengurusan sertifikasi halal dapat dilakukan melalui LPH NU-HAC.
LPH NU-HAC sendiri merupakan lembaga di bawah naungan Nahdlatul Ulama yang telah berstatus LPH Utama dan bertugas melakukan pemeriksaan serta pengujian kehalalan produk secara profesional, objektif, dan terukur tanpa diskriminasi skala usaha.
Baca juga : Lamine Yamal Siap Panaskan Piala Dunia 2026
“Alhamdulillah, tahun ini capaian kami berada di peringkat empat nasional di BPJPH dalam penerbitan sertifikat halal bagi pelaku usaha,” ungkap Reny.
LPH NU-HAC berkomitmen terus mengintensifkan sosialisasi wajib halal melalui berbagai event dan kanal digital.
“Kami siap menyukseskan Wajib Halal Oktober 2026 melalui edukasi berkelanjutan, optimalisasi media sosial, serta kolaborasi dengan seluruh stakeholder agar masyarakat semakin aware dan memahami pentingnya sertifikasi halal,” tandasnya.
LPH NU-HAC memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya berada di bawah naungan Nahdlatul Ulama dengan dukungan jaringan terbesar di Indonesia, laboratorium terakreditasi, auditor profesional bersertifikasi BNSP, proses transparan dan terukur, serta layanan untuk seluruh skala usaha mulai dari UMK hingga korporasi nasional dan internasional.
Adapun ruang lingkup layanan LPH NU-HAC mencakup pemeriksaan halal makanan dan minuman, obat dan kosmetik, produk kimiawi dan barang gunaan, jasa penyembelihan dan pengolahan, jasa pengemasan dan penyimpanan, distribusi dan penjualan, jasa penyajian, hingga khusus industri cetak dan kemasan seperti pemeriksaan kehalalan tinta cetak, bahan baku kemasan, dan material label yang bersentuhan langsung dengan pangan maupun kosmetik.
Melalui partisipasi pada GPPE 2026, PT Alam Utama Mulia Nalarih dan LPH NU-HAC berharap semakin banyak pelaku usaha memahami pentingnya sertifikasi halal sebagai bagian dari daya saing industri sekaligus perlindungan konsumen Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.