BREAKING NEWS
 

Telkomsel Perkuat Pendidikan Dan Literasi Digital Di Wilayah 3T Flores

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Selasa, 12 Mei 2026 07:57 WIB
Foto: Telkomsel

RM.id  Rakyat Merdeka - Telkomsel menghadirkan program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) bertajuk “Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas” di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, guna mendukung pemerataan pendidikan dan penguatan literasi digital di wilayah rural dan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Program tersebut menyasar lebih dari 1.750 penerima manfaat yang terdiri atas siswa, guru, dan ekosistem sekolah di tujuh sekolah terpilih di Flores.

Vice President Corporate Communication & Social Responsibility Telkomsel Abdullah Fahmi mengatakan program itu menjadi bagian dari upaya perusahaan menghadirkan akses pendidikan yang lebih setara melalui dukungan perangkat, konektivitas, dan ekosistem pembelajaran digital.

Baca juga : Konsumen Cerdas Jadi Kunci Daya Saing Produk

“Telkomsel percaya akses belajar lebih setara dimulai dari rasa dipahami. Melalui Telkomsel Jaga Cita: Belajar Tanpa Batas, kami berupaya menghadirkan dukungan nyata mulai dari perangkat, konektivitas, hingga ekosistem pembelajaran digital, agar siswa dan guru di Flores bisa belajar dengan lebih percaya diri, aman, dan berdampak,” ujar Fahmi dalam keterangannya di Jakarta, Senin (11/5/2026).

Dalam program tersebut, Telkomsel menyediakan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti laptop, proyektor, alat peraga, serta kebutuhan pendukung lain yang disesuaikan dengan kebutuhan sekolah.

Adsense

Selain itu, perusahaan juga memberikan dukungan konektivitas melalui starter pack dan layanan Telkomsel Orbit atau fixed wireless access untuk membantu akses internet di lingkungan sekolah.

Baca juga : Ada Fitur Verifikasi Usia, Ekosistem Digital Lebih Ramah Anak

Telkomsel turut menyediakan akses gratis selama enam bulan ke sejumlah platform digital pembelajaran, yakni Ilmupedia untuk penguatan akademik dan latihan ujian, Kuncie untuk pembelajaran dan pengembangan kompetensi, serta Skul.id+ guna mendukung digitalisasi manajemen sekolah.

Program tersebut juga mencakup aktivasi pembelajaran, kompetisi, dan edukasi literasi digital untuk mendorong kebiasaan belajar yang lebih mandiri dan bertanggung jawab.

Tujuh sekolah yang menjadi lokasi pelaksanaan program itu yakni SMKN 3 Komodo dan SMAN 2 Komodo di Manggarai Barat, SMKN Bung Ruteng dan SMA Budi Darma Cancar di Manggarai, SMAN 2 Soa di Ngada, SMK Karsa Mandiri di Ende, serta SMK Nawa Cita Mego di Sikka.

Baca juga : BNI Perkuat Ekosistem Keuangan Digital Al-Izhar

Telkomsel menyebut program dijalankan melalui beberapa tahapan, mulai dari assessment dan baseline pada April 2026, kick-off dan aktivasi utama pada 6-7 Mei 2026 bertepatan dengan momentum Hari Pendidikan Nasional, pendampingan dan pembelajaran daring hingga Agustus 2026, serta evaluasi dan pengukuran dampak pada Agustus-September 2026.

Untuk memperkuat kualitas pembelajaran, Telkomsel juga berkolaborasi dengan Gasing Academy melalui penerapan metode GASING (Gampang, Asyik, Menyenangkan) yang dicetuskan oleh Yohanes Surya.

Melalui kolaborasi tersebut, Telkomsel berharap siswa tidak hanya memperoleh akses pembelajaran digital yang inklusif, tetapi juga mampu mengembangkan kemampuan berpikir logis dan analitis sebagai fondasi pemanfaatan teknologi digital secara optimal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense