RM.id Rakyat Merdeka - BPJS Ketenagakerjaan Kantor Cabang Jakarta Rawamangun terus memperkuat edukasi dan sosialisasi program jaminan sosial ketenagakerjaan kepada masyarakat.
Kali ini, kegiatan dilakukan langsung kepada para pedagang dan pengunjung di kawasan Banjir Kanal Timur (BKT), Jakarta Timur.
Dalam kegiatan tersebut, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya perlindungan sosial ketenagakerjaan, khususnya bagi pekerja sektor informal atau Bukan Penerima Upah (BPU).
Melalui program tersebut, peserta dapat memperoleh manfaat perlindungan berupa Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), dan Jaminan Hari Tua (JHT).
Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Rawamangun Ferry Yuniawan mengatakan, masih banyak pekerja informal seperti pedagang, pengemudi ojek, hingga pekerja lepas yang rentan terhadap risiko kerja namun belum memiliki perlindungan.
Baca juga : Lindungi Pekerja Koperasi, BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Kemenkop
"Program BPU hadir sebagai solusi perlindungan yang terjangkau bagi pekerja informal," kata Ferry di Jakarta, Selasa (12/5/2026).
Ferry menjelaskan, peserta BPU bisa mendapatkan perlindungan JKK dan JKM dengan iuran mulai Rp16.800 per bulan.
Bahkan, saat ini BPJS Ketenagakerjaan memberikan keringanan iuran sebesar 50 persen hingga Desember 2026.
"Melalui program ini, pekerja informal cukup membayar Rp8.400 per bulan dari iuran normal untuk mendapatkan perlindungan JKK dan JKM," ujarnya..
Menurut Ferry, program keringanan tersebut berlaku bagi pekerja BPU yang mendaftar secara mandiri, baik peserta baru maupun peserta aktif.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Barat Salurkan 580 Paket Sembako untuk Buruh
Dengan memanfaatkan program sejak Mei hingga Desember 2026, pekerja hanya perlu membayar total Rp67.200 untuk perlindungan selama delapan bulan. Selain sosialisasi program perlindungan, BPJS Ketenagakerjaan juga mengedukasi masyarakat terkait penggunaan aplikasi Jamsostek Mobile (JMO).
Aplikasi tersebut memudahkan peserta mengakses berbagai layanan secara digital, mulai dari pendaftaran, pembaruan data, simulasi saldo JHT dan JP, pengajuan klaim, pelaporan kecelakaan kerja, hingga akses kartu digital peserta.
“Aplikasi JMO mempermudah peserta dalam mengakses seluruh layanan hanya melalui ponsel pintar. Ini merupakan bagian dari transformasi digital kami untuk meningkatkan kualitas pelayananan," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga mensosialisasikan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) berupa fasilitas pembiayaan rumah bagi peserta aktif.
Program tersebut ditujukan untuk membantu pekerja memiliki hunian yang layak dan terjangkau. Adapun skema pembiayaan dalam program MLT meliputi Kredit Pemilikan Rumah (KPR) hingga Rp500 juta, Pinjaman Uang Muka Perumahan (PUMP) hingga Rp150 juta, Pinjaman Renovasi Perumahan (PRP) hingga Rp200 juta, serta Kredit Konstruksi atau Fasilitas Pembiayaan Perumahan Pekerja (FPPP/KK) hingga 80 persen dari nilai proyek.
Baca juga : May Day 2026, BPJS Ketenagakerjaan Bagikan Sembako & JKM di Jakarta Timur
"Program ini merupakan bentuk kepedulian kami dalam mendukung kesejahteraan jangka panjang pekerja. Kami ingin pekerja tidak hanya terlindungi, tetapi juga memiliki peluang lebih besar untuk memiliki rumah," tuturnya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program rutin BPJS Ketenagakerjaan di wilayah Jakarta Timur yang dilaksanakan secara bergiliran oleh kantor cabang Jakarta Rawamangun, Jakarta Pulogebang, Jakarta Duren Sawit, dan Jakarta Ceger.
Melalui kegiatan ini, BPJS Ketenagakerjaan menegaskan komitmennya untuk terus memperluas kepesertaan dan meningkatkan perlindungan bagi pekerja Indonesia, khususnya sektor informal.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.