RM.id Rakyat Merdeka - PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG) terus melanjutkan komitmennya dalam memajukan pendidikan vokasi di Indonesia sepanjang 2026.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan melalui pelaksanaan kunjungan industri bagi siswa SMK Mutiara 17 Agustus Bekasi pada 27 April 2026.
Kegiatan ini menjadi pelaksanaan ketiga program kunjungan industri yang digelar TBIG sepanjang tahun berjalan.
Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Kurikulum Unggulan TBIG yang dirancang untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan kejuruan di Indonesia.
Baca juga : Wali Kota Sukabumi Ayep Zaki Dukung Penguatan Gerakan Pramuka
Melalui kegiatan itu, TBIG memberikan transfer pengetahuan dan keterampilan teknis yang digunakan dalam industri infrastruktur telekomunikasi kepada para siswa.
Chief of Business Support Officer TBIG, Lie Si An, mengatakan program tersebut memberi kesempatan bagi siswa dan guru untuk mempelajari praktik operasional serta teknologi terkini yang digunakan perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi di Indonesia.
Menurutnya, pengalaman tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesiapan siswa memasuki dunia industri yang terus berkembang.
“Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi siswa dan guru untuk mempelajari praktik serta teknologi yang saat ini digunakan oleh perusahaan penyedia infrastruktur telekomunikasi di Indonesia, sehingga mereka lebih siap memasuki industri yang terus berkembang,” ujar Lie Si An.
Baca juga : Tanpa Sejumlah Pilar, Persib Tetap Bidik Hasil Positif
Ia menambahkan, program kunjungan industri tersebut dilaksanakan secara rutin dan terbuka bagi seluruh SMK yang ingin berpartisipasi.
Menurutnya, langkah itu menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam meningkatkan kompetensi dan daya saing siswa pendidikan vokasi agar memiliki peluang lebih besar menjadi tenaga profesional.
Sebanyak 55 siswa dan delapan guru mengikuti pelatihan intensif selama satu hari penuh dengan pendampingan tenaga ahli internal TBIG.
Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh pemahaman langsung mengenai praktik operasional dan teknologi terkini di industri infrastruktur telekomunikasi, termasuk pengenalan dasar teknologi fiber optik.
Baca juga : BPJS Ketenagakerjaan Jamin Pendidikan Anak Korban Kecelakaan KRL
Sementara itu, Presiden Direktur TBIG Herman Setya Budi menegaskan bahwa pendidikan vokasi harus terus beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan industri yang dinamis.
Menurutnya, sinergi antara dunia usaha dan dunia pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan tenaga kerja yang siap pakai.
“Kurikulum Unggulan TBIG dirancang untuk menjembatani kebutuhan industri dengan pembelajaran di sekolah. Kami ingin memastikan siswa memiliki keterampilan yang relevan, khususnya di bidang teknologi fiber optik dan operasional telekomunikasi,” kata Herman.
Ia menambahkan, program tersebut juga menjadi bagian dari komitmen TBIG dalam menjalankan tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) yang berfokus pada pengembangan kualitas sumber daya manusia Indonesia secara berkelanjutan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.