Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Gandeng Perbankan, KKP Perkuat Pembiayaan Usaha Perikanan di KNMP
Sabtu, 9 Mei 2026 20:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng sektor perbankan untuk meningkatkan skala usaha perikanan di kawasan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).
Hingga saat ini, pemetaan potensi pembiayaan telah dilakukan di 14 lokasi KNMP. Pemetaan tersebut tidak hanya mengidentifikasi kebutuhan pembiayaan, tetapi juga mengarahkan penyusunan model bisnis di setiap lokasi oleh perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara).
Melalui pendekatan ini, tiap kawasan KNMP dikaji secara spesifik agar skema pembiayaan yang disusun lebih terukur, bankable, dan sesuai prinsip kehati-hatian perbankan.
Plt. Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP) KKP Machmud menilai, tantangan pembiayaan bukan semata pada ketersediaan dana, tetapi pada kesiapan model usaha yang layak dibiayai di tingkat lapangan.
"Melalui pendalaman per lokasi, kami mendorong perbankan memahami potensi usaha secara lebih utuh agar skema pembiayaan yang disusun benar-benar sesuai dengan karakteristik usaha," kata Machmud, dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (9/5/2026).
Baca juga : Pramono Canangkan Gerakan Pemilahan Sampah dari Rumah di Jakarta Mulai 10 Mei
Machmud menargetkan skema pembiayaan yang selaras dengan model bisnis di setiap lokasi KNMP dapat segera diimplementasikan dalam waktu dekat. Menurutnya, pembiayaan usaha juga harus dibarengi dengan peningkatan literasi keuangan bagi pelaku usaha perikanan.
"Yang terpenting pembiayaan usaha harus diiringi literasi keuangan, agar pelaku usaha mampu mengakses kredit dan mengelolanya secara sehat dan produktif," ujarnya.
Hingga Triwulan I 2026, realisasi kredit program sektor kelautan dan perikanan tercatat mencapai Rp2,23 triliun yang disalurkan kepada 131.230 debitur.
Nilai tersebut tumbuh 19,59 persen secara tahunan, sementara jumlah debitur meningkat 59,79 persen, yang menunjukkan semakin luasnya jangkauan pembiayaan terutama pada segmen mikro dan ultra mikro.
Dari sisi penyaluran, pembiayaan masih didominasi sektor hulu. Penangkapan ikan menyerap 34,88 persen pembiayaan, disusul budi daya sebesar 32,67 persen dan pergaraman 0,35 persen. Sementara sektor hilir seperti pengolahan hasil perikanan baru mencapai 2,91 persen dan perdagangan hasil perikanan sebesar 22,13 persen.
Baca juga : Kemenkop Perkuat Transformasi Pertambangan Berbasis Koperasi di NTB
KKP menilai kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang besar untuk mendorong pembiayaan pada sektor hilir yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Dalam konteks itu, KNMP didorong menjadi simpul penguatan ekosistem usaha yang mengintegrasikan aktivitas hulu hingga hilir dalam satu kawasan.
KKP juga memperkuat peran Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai agregator agar pembiayaan tidak lagi bersifat parsial, melainkan terintegrasi mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.
Perbankan Himbara dan lembaga keuangan lainnya disebut menyambut baik langkah tersebut dan menyatakan kesiapan mendalami model bisnis serta menyiapkan skema pembiayaan sesuai karakteristik usaha di masing-masing lokasi.
KKP pun terus memperkuat koordinasi dengan perbankan guna memastikan tindak lanjut yang lebih konkret dalam pendalaman model bisnis dan penyiapan skema pembiayaan.
Baca juga : Jadi Plt Dirjen, Terdakwa Pemerasan K3 dapat Jatah Bulanan Rp 20 Juta dari PJK3
Dengan sinergi Pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha, KKP optimistis KNMP dapat menjadi model pengembangan ekonomi pesisir yang mampu mendorong transformasi usaha yang lebih produktif, terintegrasi, dan berkelanjutan.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menegaskan KNMP harus menjadi motor penggerak ekonomi desa pesisir melalui pengelolaan usaha yang modern, terintegrasi, dan berorientasi pada peningkatan nilai tambah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya