Dark/Light Mode

Kemenhaj Perkuat Transparansi Lewat Dashboard Haji 2026

Selasa, 5 Mei 2026 21:01 WIB
Kemenhaj menghadirkan dashboard publik penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. [Foto: MCH Kemenhaj]
Kemenhaj menghadirkan dashboard publik penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M. [Foto: MCH Kemenhaj]

RM.id  Rakyat Merdeka - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menghadirkan dashboard publik penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, sebagai langkah konkret memperkuat transparansi informasi dan layanan kepada masyarakat.

Dashboard ini dapat diakses melalui https://dashboard.haji.go.id dan memuat beragam informasi penting, mulai dari statistik haji, masa praoperasional, hingga operasional haji.

Publik juga dapat memantau data jemaah reguler, jemaah lansia, pengguna kursi roda, hingga melakukan pencarian data jemaah secara langsung.

Baca juga : TNI AD Dan Militer Kamboja Perkuat Kerja Sama Lewat Army Staff Talk 2026

Selain itu, tersedia pula informasi detail terkait akomodasi, laporan jemaah wafat, data jemaah yang sedang dirawat, jadwal penerbangan, proses keberangkatan dan kedatangan, serta peta terintegrasi fasilitas layanan jemaah.

Kepala Biro Humas Kemenhaj, Moh. Hasan Afandi menyampaikan, kehadiran dashboard ini merupakan bentuk komitmen Kemenhaj dalam mewujudkan tata kelola penyelenggaraan haji yang terbuka, informatif, dan mudah diakses publik.

Dashboard ini kami hadirkan agar masyarakat, keluarga jemaah, media, dan para pemangku kepentingan dapat mengikuti perkembangan penyelenggaraan haji secara lebih mudah. Informasi yang tersaji diharapkan mampu memberikan gambaran layanan secara cepat dan terintegrasi,” ujar Hasan di Jakarta, Minggu (4/5/2026).

Baca juga : Dorong Keberlanjutan dan Inovasi, ABMM Perkuat Operasional Tambang di 2026

Dia menjelaskan, penyediaan dashboard publik ini juga menjadi bagian dari transformasi layanan haji berbasis data. Melalui sistem informasi yang terbuka, proses pemantauan layanan jemaah dapat dilakukan secara lebih luas, mulai dari pemberangkatan, kedatangan, akomodasi, mobilitas, hingga layanan kesehatan.

“Prinsipnya, Kemenhaj ingin memastikan penyelenggaraan haji berjalan transparan, tertib, dan akuntabel. Setiap perkembangan layanan terus kami kawal, dan dashboard ini menjadi salah satu kanal informasi resmi yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata dia.

Hasan menambahkan, penguatan sistem informasi menjadi krusial mengingat penyelenggaraan haji melibatkan jumlah jemaah yang besar, lintas wilayah, serta berbagai titik layanan, baik di Tanah Air maupun di Arab Saudi. Karena itu, integrasi data menjadi kebutuhan utama agar pelayanan kepada jemaah semakin responsif dan terukur.

Baca juga : Kemenimipas Perkuat Integritas ASN, Tindak 774 Pelanggaran & Pecat 71 Pegawai

Kemenhaj pun mengajak masyarakat untuk memanfaatkan dashboard publik tersebut sebagai rujukan informasi resmi penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M.

Melalui keterbukaan informasi, layanan haji diharapkan semakin dekat dengan masyarakat serta lebih berorientasi pada perlindungan jemaah. (*)

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.