BREAKING NEWS
 

PT Bumi Morowali Utama Rehabilitasi DAS di Hutan Lindung Poso

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Senin, 18 Mei 2026 19:58 WIB
Foto: PT Bumi Morowali Utama.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Bumi Morowali Utama (PT BMU) melaksanakan program rehabilitasi daerah aliran sungai (DAS) di kawasan hutan lindung Kecamatan Lore Selatan, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Program ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber daya air secara berkelanjutan.

Kegiatan rehabilitasi DAS tersebut juga merupakan bentuk pemenuhan kewajiban perusahaan sesuai regulasi pemerintah terkait pelestarian lingkungan.

Program ini mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.59/MENLHK/SETJEN/KUM.I/10/2019 tentang Penanaman dalam Rangka Rehabilitasi Daerah Aliran Sungai.

Baca juga : Budi Luhur University Rebranding Fakultas Teknik Jadi Smart Engineering

Dalam pelaksanaannya, PT BMU bekerja sama dengan konsultan dan vendor profesional, serta melibatkan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Sulawesi Tengah dan Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Sintuwu Maroso.

Manajemen PT BMU menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan dalam menjalankan rehabilitasi lingkungan secara berkelanjutan sesuai ketentuan pemerintah.

Selain berfokus pada pemulihan ekosistem, program rehabilitasi DAS ini juga dirancang memberikan dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Adsense

PT BMU melibatkan tenaga kerja lokal mulai dari proses persemaian bibit, penanaman, hingga pemeliharaan tanaman.

Baca juga : Azis Subekti: Stabilitas Dan Demokrasi Harus Berjalan Seimbang

Langkah pemberdayaan tersebut diharapkan dapat membuka lapangan kerja baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan lindung.

“Harapannya, kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi lingkungan dan masyarakat sekitar, serta menjadi contoh kepatuhan perusahaan dalam mendukung keberlanjutan hutan Indonesia,” demikian disampaikan manajemen PT BMU, Senin (18/5/2026).

Perusahaan menilai upaya rehabilitasi DAS menjadi semakin penting di tengah tantangan kerusakan lingkungan yang masih terjadi.

Melalui program di Lore Selatan ini, PT BMU menegaskan komitmennya sebagai mitra pemerintah dalam menjaga kelestarian hutan dan sumber daya alam untuk generasi mendatang.

Baca juga : Komisi IV DPR Dorong Pengembangan Sukun Dalam Rehabilitasi Hutan Dan Lahan

PT BMU juga menegaskan fokus perusahaan dalam pengembangan kegiatan pertambangan berkelanjutan melalui penerapan prinsip keselamatan kerja, tata kelola perusahaan yang baik, serta kontribusi terhadap pembangunan ekonomi daerah dan industri hilirisasi mineral nasional.

Upaya rehabilitasi lingkungan dinilai semakin krusial mengingat kondisi lahan kritis di Indonesia yang masih tinggi.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, luas lahan kritis nasional saat ini mencapai sekitar 12,7 juta hektare.

Sementara itu, Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) mencatat laju kehilangan hutan dunia rata-rata mencapai 7,8 juta hektare per tahun selama periode 2010–2018.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense