Dark/Light Mode

Komisi IV DPR Dorong Pengembangan Sukun Dalam Rehabilitasi Hutan Dan Lahan

Rabu, 6 Mei 2026 22:58 WIB
Anggota Komisi IV DPR Sonny T. Danaparamita saat sosialisasi dan bimtek rehabilitasi hutan dan lahan di Banyuwangi, 4-6 Mei 2026. Sonny mendorong pengembangan tanaman sukun.
Anggota Komisi IV DPR Sonny T. Danaparamita saat sosialisasi dan bimtek rehabilitasi hutan dan lahan di Banyuwangi, 4-6 Mei 2026. Sonny mendorong pengembangan tanaman sukun.

RM.id  Rakyat Merdeka - Anggota Komisi IV DPR Sonny T. Danaparamita mendorong pengembangan tanaman sukun sebagai bagian dari program rehabilitasi hutan dan lahan (RHL).

Hal itu disampaikan Sonny saat kegiatan sosialisasi dan bimbingan teknis (bimtek) RHL di Banyuwangi pada 4–6 Mei 2026. Kegiatan tersebut melibatkan masyarakat penerima Program Kebun Bibit Rakyat (KBR) dan Bibit Produktif hasil kolaborasi Komisi IV DPR dan Kementerian Kehutanan.

Menurut Sonny, rehabilitasi hutan dan lahan tidak hanya berkaitan dengan pemulihan lingkungan, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

“Kondisi lingkungan kita semakin rusak dan lahan kritis semakin luas. Dampaknya, banjir, longsor, dan kekeringan sering terjadi,” kata Sonny dalam keterangannya, Rabu (6/5/2026).

Karena itu, dia meminta masyarakat ikut terlibat aktif dalam upaya pemulihan lingkungan melalui pengelolaan lahan yang produktif dan berkelanjutan.

Baca juga : Fadli Zon Dorong Penguatan Kolaborasi Budaya Indonesia-China

“Melalui RHL, masyarakat adalah pelaku utama. Pemerintah dan DPR berperan mendukung dan memfasilitasi agar program ini berjalan efektif,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, Sonny secara khusus menyoroti potensi tanaman sukun yang dinilai strategis untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus rehabilitasi lahan.

“Kami mendorong kelompok masyarakat mulai membudidayakan dan membibitkan sukun,” katanya.

Menurut dia, sukun memiliki kandungan karbohidrat yang hampir setara dengan nasi sehingga berpotensi menjadi makanan pendamping bahkan alternatif pengganti beras.

Selain itu, Sonny menilai peluang pasar sukun juga semakin terbuka di tingkat internasional.

Baca juga : Fornas PIM Dorong Perempuan Masuk Ekonomi Digital

“Sukun kini dipandang sebagai superfood di Eropa. Permintaannya terus meningkat dari tahun ke tahun,” ujarnya.

Dia mengatakan pengembangan sukun dapat membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekaligus memperkuat program rehabilitasi lahan.

Selain sukun, program RHL juga mendorong penanaman tanaman buah dan kayu yang disesuaikan dengan kondisi lahan di masing-masing daerah.

Namun Sonny mengingatkan, keberhasilan rehabilitasi lahan tidak berhenti pada penanaman pohon semata, melainkan bergantung pada konsistensi perawatan dan pengelolaan jangka panjang.

“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang, baik bagi lingkungan maupun kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Baca juga : Kemenkop Pastikan Program Pengembangan Koperasi Tetap Jadi Prioritas

Dalam dialog dengan peserta bimtek, Sonny juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab bersama demi keberlanjutan generasi mendatang.

Melalui kegiatan tersebut, Sonny berharap pengembangan sukun dapat menjadi ikon rehabilitasi lahan produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional dan ekonomi masyarakat desa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.