BREAKING NEWS
 

IHSG Sesi II Merosot Ke 6.104, Seluruh Sektor Saham Kompak Melemah

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ADITYA NUGROHO
Kamis, 21 Mei 2026 14:36 WIB
Foto: Qori/RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada sesi II perdagangan Kamis (21/5/2026) merosot tajam hingga 214 poin atau 3,38 persen menjadi 6.104, bahkan sempat menyentuh level 6.080.

Pelemahan tersebut lebih dalam dibanding penutupan sesi I yang turun 174,14 poin atau 2,76 persen ke level 6.144.

Penurunan IHSG dipicu oleh koreksi di seluruh sektor saham, dipimpin sektor material dasar yang turun 7,44 persen, sektor energi 6,01 persen, sektor konsumer primer 5,10 persen, sektor infrastruktur 5,09 persen, sektor transportasi 4,69 persen, dan sektor industri 4,49 persen.

Baca juga : IHSG Turun Ke 6.763 Di Awal Perdagangan, 315 Saham Melemah

Tekanan jual yang terus berlangsung juga membuat pelaku pasar mewaspadai potensi penghentian sementara perdagangan (trading halt) apabila IHSG turun hingga 8 persen.

Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meyakini IHSG akan kembali menguat setelah investor memahami dampak pembentukan badan usaha milik negara (BUMN) khusus ekspor.

Adsense

“Kalau ada ketidakpastian, biasanya takut, jual dulu. Tapi, kalau mereka nanti mengerti dampak yang sebetulnya seperti apa, harganya (IHSG) akan naik,” ujar Purbaya kepada wartawan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (21/5/2026).

Baca juga : IHSG Menghijau Ke Level 8.303, Sebanyak 377 Saham Naik

BUMN khusus ekspor yang dimaksud ialah PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).

PT DSI bekerja langsung di bawah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dengan tugas memperkuat tata kelola ekspor sejumlah komoditas strategis, seperti minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).

Sementara itu, Penjabat Sementara Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik tetap optimistis terhadap prospek ekonomi nasional dan pasar modal Indonesia di tengah tekanan IHSG dalam beberapa bulan terakhir.

Baca juga : IHSG Menguat Ke 7.970 Di Pembukaan, Lalu Masuk Zona Merah

Menurut Jeffrey, optimisme tersebut juga disampaikan saat kunjungan DPR dan Danantara ke Gedung BEI beberapa hari lalu. Ia menilai investasi di pasar modal merupakan investasi jangka panjang yang ditopang fundamental ekonomi domestik yang diyakini terus membaik.

“Iklim investasi dan fundamental ekonomi Indonesia masih kuat sehingga pasar modal memiliki prospek yang baik dalam jangka panjang,” katanya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense