BREAKING NEWS
 

Era AI Ubah Tantangan Kepatuhan, 131 Perusahaan Ikut IRCA 2026

Reporter & Editor :
FAZRY
Sabtu, 23 Mei 2026 10:59 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Percepatan transformasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menghadirkan tantangan baru bagi dunia usaha dalam menjalankan fungsi kepatuhan dan tata kelola perusahaan.

Isu tersebut mengemuka dalam penyelenggaraan Indonesia Regulatory Compliance Awards (IRCA) 2026 yang kembali digelar sebagai forum apresiasi sekaligus ruang strategis untuk memperkuat budaya kepatuhan perusahaan di Indonesia.

Chief Executive Officer Hukumonline Arkka Dhiratara mengatakan, kompleksitas tantangan global membuat fungsi legal dan kepatuhan kini memegang peran yang semakin strategis di dalam perusahaan.

Menurut dia, kepatuhan tidak lagi sekadar dipandang sebagai kewajiban administratif, melainkan menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis dan daya saing perusahaan.

"Saat ini, legal dan compliance tidak lagi berada di belakang layar. Perannya bukan hanya memastikan perusahaan patuh terhadap regulasi, tetapi juga membantu perusahaan bergerak lebih cepat, lebih adaptif, dan lebih percaya diri di tengah perubahan," ujar Arkka dalam rangkaian Indonesia Regulatory Compliance Awards di Le Méridien Jakarta, Jumat (22/5/2026).

Arkka menuturkan, ketidakpastian geopolitik global, fragmentasi rantai pasok, perlambatan ekonomi dunia, percepatan transformasi digital dan AI, serta meningkatnya tuntutan terhadap transparansi Environmental, Social, and Governance (ESG), perlindungan data, dan tata kelola perusahaan telah membuat tantangan regulasi bagi dunia usaha semakin kompleks.

Baca juga : Terima ASPEKSINDO, Gibran Bahas Pembangunan Di Wilayah Kepulauan & Perbatasan

Di tengah kondisi tersebut, kesadaran perusahaan terhadap pentingnya budaya kepatuhan dinilai terus meningkat.

Hal itu tercermin dari partisipasi lebih dari 130 perusahaan dari berbagai sektor industri dalam IRCA 2026.

"Tingginya partisipasi ini menunjukkan bahwa budaya kepatuhan di Indonesia semakin berkembang menjadi bagian penting dari strategi perusahaan," katanya.

Selain ajang penghargaan, IRCA 2026 juga menghadirkan Regulatory Compliance Summit dan Regulatory Compliance Breakout Sessions sebagai forum diskusi mengenai perkembangan regulasi, tata kelola perusahaan, manajemen risiko, ESG, perlindungan data, hingga tantangan kepatuhan lintas yurisdiksi.

Perwakilan Dewan Juri IRCA 2026 Natalia Soebagjo menilai, terdapat perkembangan positif dalam praktik kepatuhan perusahaan di Indonesia.

Adsense

Menurut dia, semakin banyak perusahaan mulai menjadikan kepatuhan sebagai bagian integral dari keberlanjutan bisnis.

Baca juga : Pendapatan Bluebird Group Tumbuh 11,6 Persen pada Kuartal I 2026

"Sebagai Dewan Juri, kami tidak hanya melihat dokumen atau prosedur, tetapi bagaimana budaya kepatuhan benar-benar dijalankan dalam praktik sehari-hari," ujar Natalia.

Ia menambahkan, proses penjurian tahun ini berlangsung dinamis seiring tingginya kualitas pengajuan peserta. Penilaian dilakukan melalui evaluasi, pendalaman, dan diskusi antardewan juri dengan mempertimbangkan karakteristik bisnis serta tantangan regulasi masing-masing sektor.

Chief Media and Engagement Officer Hukumonline Amrie Hakim mengatakan, jumlah peserta IRCA 2026 meningkat 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Tahun ini, sebanyak 131 perusahaan dari 23 sektor industri berpartisipasi dalam ajang tersebut.

Menurut Amrie, peningkatan tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga kualitas implementasi kepatuhan di perusahaan.

"Semakin banyak perusahaan di Indonesia yang memiliki komitmen kuat dalam memperkuat tata kelola perusahaan, meningkatkan standar kepatuhan, serta membangun budaya integritas yang berkelanjutan,” kata Amrie.

Baca juga : Dorong Keberlanjutan dan Inovasi, ABMM Perkuat Operasional Tambang di 2026

Dalam penyelenggaraan tahun ini, Hukumonline menyempurnakan metodologi penilaian melalui kerangka klasifikasi PROSPER berdasarkan tingkat regulasi industri, risiko usaha, kompleksitas bisnis, serta skala operasional perusahaan.

Metode tersebut digunakan untuk memastikan proses penilaian berlangsung lebih adil, objektif, dan kontekstual sesuai tingkat kompleksitas regulasi dan karakteristik bisnis masing-masing perusahaan.

Amrie menegaskan, IRCA tidak hanya menjadi ajang penghargaan, tetapi juga ruang pembelajaran bersama untuk mendorong praktik kepatuhan yang lebih adaptif, strategis, dan berkelanjutan.

"Pada akhirnya, membangun budaya kepatuhan bukanlah pekerjaan satu pihak saja, melainkan tanggung jawab bersama seluruh ekosistem bisnis dan tata kelola di Indonesia," ujarnya.

IRCA 2026 didukung oleh ASP Law Firm “Your Trusted Partner in Bankruptcy and Restructuring”, Soemadipradja & Taher, Manurung Fachrulian Siregar Law Firm, Ail Amir & Associates Law Firm, InJourney Tourism Development Corporation (ITDC), PT Adaro Andalan Indonesia Tbk, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk, PT Prodia Utama, PT Amartha Mikro Fintek, PT Bridgestone Tire Indonesia, PT Geo Dipa Energi (Persero), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, PT Pegadaian, PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero), PT Terminal Petikemas Surabaya, PT Nindya Karya, Bank Jakarta, PT ALTO Network, PT Nusantara Regas, PT Pupuk Indonesia Utilitas, PT PLN Energi Primer Indonesia, PT PLN Indonesia Power Services, PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Persero), dan PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense