RM.id Rakyat Merdeka - KA Cikuray semakin menjadi andalan masyarakat dalam menghubungkan Garut, Bandung Raya, hingga Jakarta.
Sejak beroperasi pada 2022 hingga April 2026, kereta ekonomi bersubsidi ini telah melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan, sekaligus menjadi urat nadi mobilitas masyarakat dan penghubung berbagai pusat aktivitas ekonomi di Jawa Barat dan ibu kota.
Sebagai kereta api ekonomi bersubsidi atau Public Service Obligation (PSO) yang diselenggarakan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan, KA Cikuray menawarkan akses transportasi yang terjangkau bagi masyarakat dengan tarif relasi terjauh Garut–Pasar Senen sebesar Rp 45.000.
Layanan ini dimanfaatkan oleh berbagai kalangan, mulai dari pelajar, pekerja, pelaku UMKM, pedagang, wisatawan, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan antarkota untuk beragam keperluan.
Data PT Kereta Api Indonesia (Persero) menunjukkan minat masyarakat terhadap KA Cikuray terus meningkat dari tahun ke tahun.
Pada relasi Garut–Pasar Senen (KA 299), jumlah pelanggan naik dari 157.735 orang pada 2022 menjadi 272.648 orang pada 2023 atau meningkat 72,85 persen.
Pada 2024 jumlah pelanggan kembali bertambah menjadi 305.959 orang atau naik 12,22 persen, dan mencapai 313.926 pelanggan pada 2025 atau meningkat 2,60 persen.
Baca juga : Dua Hari yang Sayang Jika Dilewatkan: Tarwiyah dan Arafah
Sementara pada relasi Pasar Senen–Garut (KA 300), jumlah pelanggan meningkat dari 135.530 orang pada 2022 menjadi 242.119 orang pada 2023 atau naik 78,65 persen.
Angka tersebut kembali bertambah menjadi 285.130 pelanggan pada 2024 atau meningkat 17,77 persen, serta mencapai 301.797 pelanggan pada 2025 atau naik 5,85 persen.
Secara kumulatif, KA Cikuray telah melayani 2.014.844 pelanggan sepanjang 2022 hingga 2025.
Adapun selama Januari hingga April 2026, jumlah pelanggan mencapai 211.498 orang, terdiri atas 107.459 pelanggan pada relasi Garut–Pasar Senen dan 104.039 pelanggan pada relasi Pasar Senen–Garut.
Dengan demikian, total pelanggan KA Cikuray sejak 2022 hingga April 2026 mencapai 2.226.342 orang.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa KA Cikuray semakin menjadi bagian penting dari mobilitas masyarakat di wilayah yang dilaluinya.
“KA Cikuray menghubungkan banyak cerita dalam satu perjalanan. Ada pelajar yang berangkat menuntut ilmu ke kota besar seperti Jakarta, pekerja yang menuju tempat aktivitasnya, wisatawan yang ingin menikmati keindahan Garut dengan tarif terjangkau, hingga masyarakat yang melakukan perjalanan untuk bertemu keluarga dan kerabat,” ujar Anne, Sabtu (30/5/2026).
Menghubungkan Beragam Pusat Aktivitas
Baca juga : PLN Operasikan SPKLU Center Baru Di Jakarta
Dalam operasionalnya, KA Cikuray melayani 12 stasiun pemberhentian, yakni Garut, Cibatu, Leles, Kiaracondong, Bandung, Cimahi, Purwakarta, Cikampek, Karawang, Cikarang, Bekasi, dan Pasar Senen.
Setiap daerah yang dilalui memiliki karakter dan peran ekonomi yang berbeda. Garut, Cibatu, dan Leles dikenal sebagai kawasan pertanian dan perdagangan dengan hasil bumi melimpah.
Memasuki Bandung Raya, perjalanan melintasi pusat pendidikan, jasa, perdagangan, dan industri kreatif di Kiaracondong, Bandung, serta Cimahi.
Selanjutnya, KA Cikuray melayani Purwakarta yang berkembang sebagai kawasan wisata dan perdagangan, sebelum memasuki wilayah industri strategis seperti Cikampek, Karawang, dan Cikarang.
Perjalanan kemudian berlanjut ke Bekasi sebagai kota penyangga Jakarta dengan mobilitas tinggi dan berakhir di Stasiun Pasar Senen, salah satu pusat aktivitas masyarakat di ibu kota.
Bagi pelanggan, perjalanan menggunakan KA Cikuray juga menawarkan pengalaman menikmati panorama alam khas Priangan.
Dari balik jendela kereta, hamparan perbukitan, lahan pertanian, dan kebun sayur menjadi pemandangan yang menemani perjalanan.
Baca juga : Gubernur BI Lantik Tiga Pimpinan Baru Satuan Kerja
Garut sendiri dikenal sebagai salah satu sentra hortikultura di Jawa Barat dengan berbagai komoditas unggulan seperti kentang, wortel, kubis, tomat, cabai, bawang daun, jeruk, alpukat, serta beragam sayuran dataran tinggi lainnya.
Menurut Anne, keterhubungan antara daerah penghasil komoditas pertanian dengan kota-kota tujuan akan semakin penting seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat dan aktivitas ekonomi.
“Ketika hasil bumi dari daerah dapat menjangkau lebih banyak wilayah, manfaatnya dapat dirasakan oleh lebih banyak masyarakat. Petani memiliki akses pasar yang semakin luas, pedagang memiliki lebih banyak pilihan, dan masyarakat dapat memperoleh produk segar dari berbagai daerah penghasil,” jelasnya.
Anne menambahkan, perjalanan KA Cikuray menjadi gambaran bagaimana transportasi kereta api mampu menghubungkan wilayah dengan karakter ekonomi yang berbeda dalam satu jalur yang saling mendukung.
“Kereta api selalu tumbuh bersama kebutuhan masyarakat. Seiring berkembangnya aktivitas masyarakat dan perekonomian di berbagai daerah, peluang untuk menghadirkan manfaat yang lebih besar juga akan terus terbuka,” tutup Anne.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.