Dark/Light Mode

Dua Hari yang Sayang Jika Dilewatkan: Tarwiyah dan Arafah

Minggu, 24 Mei 2026 16:26 WIB
Hilaludin Safary (kedua kiri). (Foto: Dok. Pribadi Hilaludin)
Hilaludin Safary (kedua kiri). (Foto: Dok. Pribadi Hilaludin)

RM.id  Rakyat Merdeka -  

Oleh: Hilaludin Safary
Ketua Harian Pimpinan Pusat Forum Santri Nasional (FSN)
‎Tenaga Ahli Anggota DPR

Ada dua hari menyimpan makna dalam ketika direnungi kembali: Tarwiyah dan Arafah. Dalam sepuluh hari awal Dzulhijjah, dua hari ini menjadi perjalanan batin dari persiapan menuju kepasrahan total kepada Allah.

Hari Tarwiyah adalah 8 Dzulhijjah. Ia disebut Tarwiyah karena dahulu para jemaah haji menyiapkan bekal air sebelum menuju Arafah. Di balik itu, terdapat makna yang lebih dalam: persiapan jiwa sebelum sampai pada puncak perjumpaan dengan Allah di Arafah. Puasa di hari ini menjadi bagian dari amalan sunnah di sepuluh hari awal Dzulhijjah yang penuh keutamaan.

Di hari ini, perjalanan menuju Allah tidak pernah dimulai dengan tergesa-gesa. Ia selalu dimulai dengan kesadaran. Ada yang menahan lapar sambil merapikan niatnya pelan-pelan. Ada yang menjalani hari dengan lebih tenang, bukan karena kosong, tetapi karena sedang menata isi hatinya sendiri. Menahan emosi. Menahan ucapan. Menjaga diri agar tidak datang kepada Allah dengan hati yang berantakan.

Baca juga : Pemkab Serang Naikkan Insentif untuk Guru Ngaji dan Madrasah

Lalu datang Hari Arafah, 9 Dzulhijjah. Hari yang sangat agung dalam Islam. Pada hari ini, jemaah haji berdiri di Padang Arafah, sementara umat Islam yang tidak berhaji dianjurkan berpuasa.

Rasulullah SAW bersabda bahwa Puasa Arafah menghapus dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. Ini bukan sekadar penghapusan catatan, tetapi bentuk rahmat Allah yang memberikan kesempatan luas bagi hamba-Nya untuk kembali dalam keadaan lebih bersih.

Namun, Arafah tidak hanya tentang penghapusan dosa. Ia adalah hari ketika doa terasa lebih dekat, dan manusia menjadi lebih jujur terhadap dirinya sendiri. Ada yang menangis tanpa sebab yang jelas, ada yang diam cukup lama, karena kata-kata tidak lagi mampu mewakili isi hatinya.

Di hari itu, manusia tidak sedang menunjukkan kekuatan, tetapi sedang diperlihatkan pada dirinya sendiri. Di Padang Arafah, seseorang belajar bahwa tidak ada yang benar-benar bisa disembunyikan dari Allah, bahkan isi hati yang paling dalam sekalipun.

Baca juga : Masa Persidangan V, DPR Lanjutkan Pembahasan 4 RUU Krusial

Puasa Arafah menjadi kelanjutan dari perjalanan itu. Jika Tarwiyah adalah persiapan, maka Arafah adalah penyerahan. Di hari ini, manusia tidak hanya menahan lapar, tetapi juga perlahan melepaskan apa yang selama ini terlalu melekat: ego, kesombongan kecil, dan perasaan selalu ingin dibenarkan.

Orang yang menjalankan Tarwiyah dan Arafah dengan kesadaran biasanya tidak mengalami perubahan yang tampak mencolok dari luar. Namun ada perubahan halus di dalam dirinya: ia menjadi lebih tenang, lebih hati-hati dalam bersikap, dan lebih mudah kembali kepada Allah ketika merasa keliru. Ia menjadi lebih pelan dalam menilai orang lain, dan lebih jujur dalam menilai dirinya sendiri. Bukan untuk menyalahkan diri, tetapi untuk menjaga kejernihan hati di hadapan Allah.

Tarwiyah mengajarkan persiapan. Arafah mengajarkan penyerahan. Dua hari ini seperti dua tahap perjalanan batin: menata diri dan melapangkan hati.

Di antara keduanya, manusia sedang belajar satu hal yang sangat sunyi: bahwa pulang kepada Allah bukan tentang membawa banyak hal, tetapi tentang berani melepaskan apa yang selama ini memberatkan diri.

Baca juga : Diungkap Bos LPS, Tabungan Orang Kaya Naik Di Tengah Krisis

Maka jika Allah masih memberi kita kesempatan bertemu dengan hari-hari ini, jangan lewatkan begitu saja. Cobalah berpuasa di Hari Tarwiyah dan Arafah. Mungkin terlihat sederhana, tetapi sering kali dari hal yang sederhana itu Allah membuka jalan pembersihan hati yang tidak kita sangka.

Tidak ada yang sia-sia dari puasa yang dilakukan dengan ikhlas. Bahkan diamnya perut bisa menjadi doa yang tidak terdengar, tetapi sampai.

Semoga kita dimampukan untuk menjalaninya. Bukan hanya sebagai rutinitas, tetapi sebagai kesempatan untuk kembali kepada Allah dengan hati yang lebih bersih. Aamiin.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.