BREAKING NEWS
 

PLN EPI: Bioenergi Berpotensi Ciptakan 150 Ribu Lapangan Kerja

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Rabu, 3 Juni 2026 05:55 WIB
Dekan Fakultas Teknologi dan Bisnis Energi Institut Teknologi PLN Eri Prabowo (kiri) dan Direktur Biomassa PLN EPI, Hokkop Situngkir dalam Seminar Series #3 bertajuk Utilisasi BioEnergy di PLN untuk Mendukung Ketahanan Energi Indonesia di ITPLN, Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menilai pengembangan bioenergi nasional berpotensi memperkuat ketahanan energi, mempercepat dekarbonisasi, sekaligus membuka peluang ekonomi baru melalui penciptaan hingga 150 ribu lapangan kerja.

Potensi tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Seminar Series #3 bertajuk Utilisasi BioEnergy di PLN untuk Mendukung Ketahanan Energi Indonesia di Institut Teknologi PLN (ITPLN), Jakarta, Selasa (26/5/2026).

Hokkop mengatakan, implementasi biomassa secara luas di sektor ketenagalistrikan akan memberikan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan yang signifikan.

"Kalau implementasi biomassa mencapai 10 juta ton per tahun di pembangkit, nilai ekonominya bisa mencapai Rp 11 triliun. Reduksi emisinya sekitar 12 juta ton CO2 dan potensi tenaga kerja yang tercipta bisa mencapai 150 ribu orang dalam tiga sampai empat tahun,” ujar Hokkop dalam keterangan PLN EPI, Selasa (2/6/2026).

Menurut dia, biomassa menjadi salah satu solusi transisi energi yang dapat diterapkan lebih cepat melalui program co-firing pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Baca juga : Paul Munster Pastikan Bertahan Di Bhayangkara

Melalui skema ini, sebagian penggunaan batu bara digantikan biomassa yang berasal dari limbah pertanian, perkebunan, kehutanan, maupun limbah organik lainnya.

Bioenergi bukan untuk menggantikan pembangkit fosil secara total dalam waktu singkat, melainkan menjadi solusi transisi yang memungkinkan penurunan emisi secara bertahap tanpa mengganggu keandalan pasokan listrik nasional,” jelasnya.

Saat ini, PLN telah menerapkan co-firing biomassa di 52 PLTU di berbagai wilayah Indonesia. Sepanjang 2025, pemanfaatan biomassa mencapai sekitar 2,35 juta ton dengan kontribusi pengurangan emisi sebesar 2,57 juta ton CO2 ekuivalen.

Adsense

PLN juga telah menggunakan sedikitnya 14 jenis biomassa dengan nilai kalor rata-rata 3.152 kCal per kilogram, antara lain cangkang sawit, sekam padi, bonggol jagung, serbuk gergaji, limbah kayu, hingga limbah rumah tangga yang diolah menjadi bahan bakar alternatif.

Dalam paparannya, Hokkop mengungkapkan Indonesia memiliki potensi biomassa mencapai sekitar 83,4 juta ton per tahun.

Baca juga : PLN dan Polri Perkuat Sinergi Ketenagalistrikan di Bekasi

Potensi terbesar berada di Sumatera sebesar 42,8 juta ton, disusul Kalimantan 18,9 juta ton, dan Jawa 13,1 juta ton per tahun. Namun, pemanfaatan bioenergi nasional masih tergolong rendah.

Konsumsi bioenergi Indonesia saat ini baru sekitar 0,35 gigajoule per kapita per tahun, jauh di bawah potensi yang tersedia sebesar sekitar 6,5 gigajoule per kapita per tahun.

“Indonesia memiliki sumber daya biomassa yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana membangun ekosistem pasok yang terintegrasi sehingga potensi tersebut dapat memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan mendukung ketahanan energi nasional,” ujarnya.

Selain biomassa, PLN EPI juga mengembangkan pemanfaatan bioenergi berbasis biogas dan biohidrogen. Salah satunya melalui pemanfaatan gas metana dari limbah cair kelapa sawit (Palm Oil Mill Effluent/POME) yang diolah menjadi sumber energi alternatif pengganti gas alam.

“Metana memiliki potensi pemanasan global yang jauh lebih besar dibanding karbon dioksida. Dengan menangkap dan memanfaatkannya sebagai energi, kita tidak hanya menghasilkan energi bersih tetapi juga mengurangi emisi gas rumah kaca,” kata Hokkop.

Baca juga : KSPSI Dorong Produksi Nasional untuk Tekan Impor dan Buka Lapangan Kerja

Saat ini, PLN EPI juga tengah mengembangkan sistem digital berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) untuk memantau rantai pasok biomassa dan operasional co-firing di seluruh Indonesia.

Hokkop menegaskan, pengembangan biomassa tidak hanya terkait penyediaan energi, tetapi juga membuka peluang usaha baru di sektor hulu, mulai dari pengumpulan bahan baku, pengolahan biomassa, logistik, hingga pengembangan teknologi energi terbarukan.

PLN EPI pun terus mendorong keterlibatan masyarakat, petani, kelompok usaha desa, koperasi, hingga generasi muda dalam rantai pasok biomassa nasional.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense