Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rosan: Investasi Triwulan I Rp 498T, Serap 700 Ribu Tenaga Kerja
Kamis, 23 April 2026 12:14 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Realisasi investasi pada triwulan I 2026 menunjukkan awal yang kuat. Dalam tiga bulan pertama, nilai investasi tercatat mencapai Rp498,8 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, capaian tersebut setara 24,4 persen dari target investasi tahun ini sebesar Rp2.004,1 triliun.
“Alhamdulillah, di tengah tantangan global, realisasi investasi triwulan I ini tercapai dan bahkan sedikit di atas target,” ujar Rosan dalam konferensi pers, di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Secara tahunan, realisasi investasi tumbuh 7,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja ini dinilai menjadi fondasi penting untuk menjaga momentum investasi sepanjang tahun.
Tak hanya dari sisi nilai, investasi juga memberi dampak langsung pada penyerapan tenaga kerja. Sepanjang triwulan I, investasi mampu menyerap 706.569 tenaga kerja atau meningkat 18,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Baca juga : Realisasi Investasi Serap 706 Ribu Tenaga Kerja
Rosan menilai, peningkatan penyerapan tenaga kerja menunjukkan bahwa investasi yang masuk mulai memberikan efek nyata bagi perekonomian.
Dari sisi sumber investasi, komposisi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) relatif seimbang. PMA tercatat sebesar Rp250 triliun atau 50,1 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan PMDN yang mencapai Rp248,8 triliun.
Distribusi investasi juga mulai menunjukkan pemerataan. Investasi di luar Jawa mencapai Rp251,3 triliun atau 50,4 persen, sedikit lebih besar dibandingkan Jawa yang sebesar Rp247,5 triliun.
Kondisi ini mencerminkan pergeseran pusat pertumbuhan ekonomi yang tidak lagi terpusat di Pulau Jawa.
Secara wilayah, DKI Jakarta menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp78,7 triliun atau 15,8 persen. Disusul Jawa Barat Rp76,8 triliun, Banten Rp34,5 triliun, Jawa Timur Rp32,6 triliun, serta Sulawesi Tengah Rp32,1 triliun.
Baca juga : Industri AMDK Kerek Ekonomi, Investasi Rp 27,8 T, Serap Ribuan Tenaga Kerja
Dari sisi sektor usaha, industri logam dasar dan barang logam masih mendominasi dengan nilai Rp69,4 triliun. Sektor ini mencakup pembangunan smelter dan industri hilirisasi lainnya.
Sektor jasa lainnya, termasuk pusat data, menyusul dengan nilai Rp64,2 triliun. Sementara sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran tercatat Rp48,4 triliun, serta transportasi dan pergudangan Rp45,4 triliun.
Dari sisi negara asal, Singapura masih menjadi investor terbesar dengan nilai 4,6 miliar dolar AS. Disusul Hong Kong 2,7 miliar dolar AS dan Tiongkok 2,2 miliar dolar AS.
Rosan juga menyoroti peran hilirisasi yang semakin besar. Investasi di sektor ini mencapai Rp147,5 triliun atau 29,6 persen dari total investasi.
Hilirisasi masih didominasi sektor mineral, terutama nikel, disusul komoditas lain seperti tembaga, besi, baja, bauksit, dan timah.
Baca juga : MBG Tarik Investasi 40 T, Serap 1,18 Juta Pekerja
Secara geografis, investasi hilirisasi mayoritas berada di luar Jawa, terutama di kawasan Sulawesi Tengah dan Maluku Utara yang kaya sumber daya alam.
Pemerintah optimistis tren investasi akan terus berlanjut hingga akhir tahun. Dengan capaian awal yang kuat, target investasi dinilai tetap berada dalam jangkauan.
“Kontribusi investasi terhadap pertumbuhan ekonomi biasanya sekitar 28 hingga 29 persen. Ke depan, kita harapkan bisa lebih tinggi lagi,” ujar Rosan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya