Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Investasi Rp 497 T Masuk RI di Kuartal I-2026, Ciptakan 627 Ribu Lapangan Kerja
Selasa, 14 April 2026 14:48 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mengungkapkan, realisasi investasi yang masuk ke Indonesia pada kuartal I-2026 diproyeksikan mencapai Rp 497 triliun atau naik 6,9 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Hal ini merupakan capaian positif di tengah dinamika global.
Saat ini, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM masih menunggu sampai tanggal 15 April 2026 untuk perhitungan pasti realisasi investasi tersebut. "Tapi dengan perkembangan ini, Insya Allah target yang dicanangkan Pemerintah pada 3 bulan pertama ini bisa kami capai, yaitu sebesar Rp 497 triliun. Berarti tumbuh sekitar 7 persen secara tahunan," kata Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan Roeslani, dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR, di Jakarta, Senin (13/4/2026).
Realisasi investasi sebesar Rp 497 triliun pada kuartal I-2026 itu menciptakan sekitar 627 ribu lapangan kerja baru. Sebagai pembanding, realisasi investasi pada kuartal I-2025 sebesar Rp 465 triliun dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 594 ribu.
"Penyerapan terhadap kerja diperkirakan mencapai 627 ribu orang atau naik sekitar 5,5 persen (secara tahunan)," ujar Rosan.
Baca juga : Ekonomi RI Tangguh di Kuartal I 2026, Konsumsi Rumah Tangga Jadi Pendongkrak
Rosan menambahkan, program hilirisasi yang digenjot Pemerintah menjadi salah satu penyumbang utama tingginya realisasi investasi.
"Program prioritas yang meliputi berbagai kebijakan, terutama memang kalau kita lihat hilirisasi, masih menjadi salah satu kontributor yang besar. Kurang lebih 30 persen dari seluruh investasi yang ada dan yang masuk ke Indonesia," terangnya.
Investasi ke bidang industri logam dasar pada Januari-Maret 2026 mencapai Rp 67 triliun, terbesar di antara bidang lainnya. Diikuti oleh transportasi, gudang, dan logistik sebesar Rp 54 triliun. Kemudian pertambangan Rp 51 triliun, jasa lainnya (pusat data dan lain-lain) Rp 43 triliun, perumahan dan kawasan Rp 36 triliun.
Kota Jakarta menjadi tujuan investasi terbesar dengan realisasi mencapai Rp 74 triliun. Kemudian Jawa Barat Rp 72 triliun, Jawa Timur Rp 38 triliun, Sulawesi Tengah Rp 34 triliun, Banten Rp 33 triliun.
Baca juga : Laba AMMAN Rp 4,36 Triliun pada 2025, Kuartal IV Cetak Rekor
Singapura, China, Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat (AS) masih menjadi negara-negara terbesar untuk penanaman modal asing di Indonesia di Januari-Maret 2026.
"Negara-negaranya (penanaman modal asing) masih didominasi seperti Singapura, kemudian China, kemudian Jepang, Korea Selatan, Amerika Serikat dan yang lain-lainnya," ungkap Rosan.
Indonesia Makin Menarik di Tengah Konflik Geopolitik
Rosan menyampaikan, sejumlah investor kini mulai melirik Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik seiring meningkatnya eskalasi geopolitik global. Menurutnya, para investor menilai Indonesia memiliki daya tarik utama berupa stabilitas politik dan keamanan.
"Mereka melihat Indonesia menjadi lebih menarik lagi karena salah satu kekuatan kita, kita selalu bisa menjaga kedamaian dan stabilitas. Jadi stabilitas, baik itu stabilitas secara politik maupun keamanan, dan juga iklim investasi yang terjaga dengan baik," ujar Rosan.
Baca juga : DPR: Stop Pembuangan Terbuka
Rosan juga menyinggung bahwa meningkatnya minat investor asing ke Indonesia tidak terlepas dari upaya diplomasi ekonomi yang dijalankan Presiden Prabowo Subianto.
Dalam sejumlah kunjungan kenegaraan, seperti ke Korea Selatan dan Jepang baru-baru ini, Rosan menyebut Prabowo selalu menyempatkan diri untuk bertemu dengan pelaku bisnis setempat. Dalam forum tersebut, Prabowo disebutnya selalu terbuka terhadap berbagai pertanyaan dan menjelaskan secara transparan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
"Ini sangat membantu memberikan keyakinan kepada investor bahwa Bapak Presiden itu sangat memahami, sangat juga menguasai keadaan geopolitik dan juga perekonomian di Indonesia, serta langkah-langkah apa yang kita sudah ambil," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya