BREAKING NEWS
 

IPBBI Dorong Kedaulatan Industri Bahan Bangunan Menuju Swasembada Papan 2045

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Kamis, 4 Juni 2026 12:54 WIB
Ketua Umum IPBBI Gomas Harun dan Penasehat IPBBI John Suhanto (Foto: Dok. IPBBI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Industri bahan bangunan nasional memegang peran strategis dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045. Di tengah pesatnya pembangunan perumahan, kawasan industri, infrastruktur publik, pariwisata, serta percepatan pembangunan di wilayah Indonesia Timur, kebutuhan akan industri bahan bangunan yang kuat, mandiri, dan berdaya saing global menjadi semakin penting.

Ketua Umum Ikatan Pengusaha Bahan Bangunan Indonesia (IPBBI), Gomas Harun, menegaskan bahwa Indonesia tidak cukup hanya berbicara mengenai ketahanan pangan dan ketahanan energi. "Indonesia juga harus mulai membangun Ketahanan Papan Nasional sebagai fondasi utama pembangunan yang berkelanjutan," ucapnya, dalam keterangan yang diterima redaksi, Kamis (4/6/2026).

Dia menyebut, penyelenggaraan MEGABUILD 2026 menjadi momentum penting untuk mempertemukan dan menjadi ajang kolaborasi lintas sektor sehingga menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global yang semakin kompleks. Mulai dari persaingan industri internasional, transformasi teknologi, hingga tuntutan pembangunan yang lebih ramah lingkungan.

Baca juga : BNI & PBSI Perkuat Pembinaan Atlet Muda Indonesia Open Ajang Bangun Mental Juara

IPBBI menilai, industri bahan bangunan Indonesia saat ini berada pada titik yang sangat menentukan. Indonesia memiliki keunggulan berupa pasar domestik yang besar, pertumbuhan kebutuhan perumahan yang tinggi, serta bonus pembangunan infrastruktur yang masih akan berlangsung dalam jangka panjang. Namun, keunggulan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan daya saing industri nasional agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi pusat produksi dan inovasi bahan bangunan di kawasan Asia.

Untuk itu, IPBBI mendorong tiga agenda besar industri bahan bangunan nasional:

Adsense

Pertama, memperkuat penggunaan produk dalam negeri dan produk yang telah memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) sebagai bagian dari strategi membangun kemandirian industri nasional serta melindungi konsumen Indonesia.

Baca juga : BNI Dukung Atlet Indonesia Lanjutkan Momentum Prestasi di Indonesia Open 2026

Kedua, mempercepat inovasi dan transformasi industri menuju material bangunan yang lebih efisien, hemat energi, ramah lingkungan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.

Ketiga, memperluas pemerataan pembangunan dan distribusi industri bahan bangunan ke wilayah Indonesia Timur yang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi nasional pada dekade mendatang.

Menurut Gomas, era persaingan yang tidak sehat sudah saatnya ditinggalkan. Tantangan pembangunan Indonesia terlalu besar untuk dihadapi secara parsial.

Baca juga : Perlu, Insentif Kendaraan Listrik yang Berkeadilan dan Tepat Sasaran

"Industri bahan bangunan memerlukan semangat gotong royong, kolaborasi, dan sinergi antar pelaku usaha agar mampu menciptakan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ucapnya.

Ia menerangkan, pameran tidak hanya berfungsi sebagai sarana promosi produk, tetapi juga menjadi ruang pertemuan gagasan, inovasi, investasi, dan kemitraan strategis. "Karena itu, kegiatan serupa perlu diperluas ke berbagai provinsi di Indonesia agar manfaatnya dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh pelaku industri dan masyarakat," imbuhnya.

Sebagai organisasi yang menaungi para pelaku usaha bahan bangunan nasional, IPBBI berkomitmen untuk terus menjadi mitra strategis Pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan dalam membangun industri bahan bangunan yang tangguh, berkelanjutan, serta menjadi salah satu pilar utama terwujudnya Indonesia Swasembada Papan 2045, sebagaimana dicanangkan Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense