Dark/Light Mode

Ini Poin-Poin Kesepakatan AS-China, Mulai Soal Iran Hingga Pembelian 200 Boeing

Senin, 18 Mei 2026 10:14 WIB
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di Beijing, Mei 2026. (Foto: YouTube White House)
Presiden AS Donald Trump (kiri) dan Presiden China Xi Jinping dalam pertemuan bilateral di Beijing, Mei 2026. (Foto: YouTube White House)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden ke-45 dan 47 Amerika Serikat (AS) Donald Trump mencapai sejumlah kesepakatan dengan Presiden China Xi Jinping, dalam kunjungan ke Negeri Tirai Bambu pada 13-15 Mei 2026.

Kunjungan tersebut adalah kunjungan pertama Trump sejak masa jabatan pertamanya pada November 2017. Sekaligus kunjungan pertama Presiden AS dalam sembilan tahun terakhir. Presiden ke-46 AS Joe Biden yang menjabat pada 2021-2025 tidak pernah mengunjungi China.

Trump dan Jinping sepakat, AS dan China harus membangun hubungan yang konstruktif dan stabil secara strategis, berdasarkan prinsip keadilan dan timbal balik.

Trump akan menyambut Jinping dalam kunjungan ke Washington DC pada musim gugur tahun ini. Kedua negara juga akan saling mendukung sebagai tuan rumah KTT G20 dan KTT APEC yang akan digelar akhir tahun ini.

Baca juga : Polri Miliki 28 Gudang Ketahanan Pangan, Maksimalkan Hasil Panen

Berikut kesepakatan Trump dan Jinping dalam sejumlah isu yang akan meningkatkan stabilitas dan kepercayaan bagi pelaku usaha serta konsumen di seluruh dunia, seperti dilansir Gedung Putih:

1. Kedua pemimpin sepakat bahwa Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir, menyerukan agar Selat Hormuz dibuka kembali, dan menegaskan bahwa tidak ada negara maupun organisasi yang diperkenankan mengenakan pungutan atau biaya tol di jalur tersebut.

2. Trump dan Jinping menegaskan tujuan bersama untuk melakukan denuklirisasi Korea Utara.

3. Sebagai landasan utama dari kesepakatan bersejarah ini, Trump dan Jinping membentuk dua institusi baru untuk mengoptimalkan hubungan ekonomi bilateral. Berikut rinciannya: 

  • Dewan Perdagangan AS-China (U.S.-China Board of Trade), yang akan memungkinkan pemerintah Amerika Serikat dan pemerintah China mengelola perdagangan bilateral untuk barang-barang non-sensitif.
  • Dewan Investasi AS-China (U.S.-China Board of Investment), yang akan menjadi forum antarpemerintah untuk membahas isu-isu terkait investasi.

Baca juga : Trump Akan Ke Pakistan, Kesepakatan Damai AS-Iran Sudah Dekat

4. Trump menegosiasikan paket komitmen besar yang diharapkan menciptakan lapangan kerja bergaji tinggi di AS dan membuka pasar baru bagi produk-produk negara tersebut. Paket komitmen ini akan memberikan manfaat bagi pekerja, petani, dan industri AS.

5. China akan menanggapi kekhawatiran AS mengenai kekurangan pasokan dalam rantai pasok yang berkaitan dengan logam tanah jarang dan mineral kritis lainnya, termasuk yttrium, scandium, neodymium, dan indium.

6. China juga akan meninjau pembatasan atau larangan atas penjualan peralatan, serta teknologi untuk produksi dan pengolahan logam tanah jarang.

7. China menyetujui pembelian awal sebanyak 200 pesawat buatan Boeing untuk maskapai-maskapai China. Ini merupakan komitmen pertama China untuk membeli pesawat Boeing buatan Amerika sejak 2017, yang diperkirakan akan menciptakan banyak lapangan kerja manufaktur berkeahlian tinggi di AS.

Baca juga : Tegaskan Peran Kekuatan Sosial, FKPPI Siap Tularkan Semangat Kemerdekaan

8. China juga akan membeli sedikitnya 17 miliar dolar AS atau setara Rp 300,45 miliar produk pertanian Amerika per tahun pada 2026 (secara proporsional), 2027, dan 2028, di luar komitmen pembelian kedelai yang telah dibuat pada Oktober 2025.

9. China memulihkan akses pasar bagi daging sapi Amerika dengan memperbarui izin yang telah kadaluarsa, untuk lebih dari 400 fasilitas pengolahan daging sapi di AS serta menambahkan fasilitas baru. Selain itu, China akan bekerja sama dengan regulator AS untuk mencabut seluruh penangguhan terhadap fasilitas-fasilitas tersebut.

10. China kembali membuka impor unggas dari negara bagian di AS yang telah dinyatakan bebas dari flu burung patogen tinggi oleh Departemen Pertanian AS (United States Department of Agriculture/USDA).

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.