BREAKING NEWS
 

SPHC Latih 50 Anak Muda Membatik, Dorong Ekonomi Kreatif Jateng

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Jumat, 5 Juni 2026 10:51 WIB
Foto: SPHC.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT Sarana Patra Hulu Cepu (SPHC) resmi membuka pelatihan membatik bagi 50 generasi muda di Semarang, Kamis (4/6/2026).

Program yang berlangsung selama enam hari ini merupakan bagian dari komitmen Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan dalam melestarikan warisan budaya sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat Jawa Tengah.

Direktur SPHC, Barri Pratama, menegaskan bahwa kehadiran perusahaan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat sekitar. Menurutnya, batik bukan sekadar produk kerajinan, melainkan identitas budaya yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca juga : BNI Perkuat Ekosistem Digital dan Pasar Global Dorong Ekonomi Nasional

Batik adalah identitas dan kearifan lokal yang bernilai ekonomi. Saya ingin memastikan bahwa kehadiran SPHC melalui program TJSL memberikan dampak positif secara nyata bagi perekonomian masyarakat Jawa Tengah dengan meningkatkan kemampuan membatik pada generasi muda,” ujar Barri Pratama.

Pelatihan ini diselenggarakan bekerja sama dengan Batik Semarang 16, lembaga yang berpengalaman dalam pengembangan dan pelestarian batik di Kota Semarang.

Adsense

Selama enam hari pelatihan, para peserta tidak hanya dibekali keterampilan teknis membatik, tetapi juga mendapatkan pemahaman mengenai sejarah serta filosofi yang terkandung dalam setiap motif batik.

Baca juga : BRI Bersama Pemerintah Dorong Ekonomi Kreatif Lewat Akad Massal KUR 1.000 UMKM

Ketua Litbang, Edukasi, dan Pelatihan (LEP) Batik Semarang 16, Edhi Prayitno Ige, mengatakan bahwa pemahaman terhadap nilai budaya batik menjadi aspek penting yang harus dimiliki oleh para peserta.

“Keterampilan teknis saja tidak cukup. Mengingat batik adalah bagian dari identitas dan budaya bangsa, setiap peserta perlu menjiwai, memahami sejarah, dan memaknai filosofi di balik setiap motif yang mereka ciptakan,” kata Edhi.

Menurutnya, prospek pasar produk batik masih sangat menjanjikan selama nilai budaya yang melekat di dalamnya terus dijaga dan diperkenalkan kepada masyarakat luas.

Baca juga : BAZNAS Resmikan Balai Ternak Di Tegal, Perkuat Kemandirian Ekonomi Mustahik

Karena itu, ia berharap para peserta pelatihan dapat berkembang menjadi wirausahawan batik yang mandiri sekaligus berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi kreatif daerah.

Melalui program TJSL ini, SPHC kembali menegaskan komitmennya sebagai perusahaan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian bisnis, tetapi juga berperan aktif dalam mendukung keberlanjutan sosial serta pelestarian kekayaan budaya Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense