BREAKING NEWS
 

Gubernur BI Bagikan Resep Moneter-Fiskal Untuk Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Reporter : AHMAD LATHIF ROSYIDI
Editor : FIRSTY HESTYARINI
Sabtu, 6 Juni 2026 11:33 WIB
Gubernur BI Perry Warjiyo (kiri) dalam konferensi pers bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, Wakil Ketua Komisi XI DPR Mohamad Hekal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Sabtu (6/6/2026). (Foto: Tedy Kroen/RM.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan, pihaknya terus melakukan penguatan koordinasi moneter-fiskal untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mendukung perekonomian nasional. 

Menurutnya, koordinasi fiskal dan moneter selama ini terjalin sangat erat. Sama-sama menjamin stabilitas dan pertumbuhan ekonomi. Penguatan koordinasi fiskal dan moneter terus dilakukan sesuai kewenangan masing-masing, untuk memperkuat upaya bersama menstabilkan nilai tukar rupiah.

Baca juga : PNM Salurkan Pakaian Hasil RE3 For-E untuk Disabilitas dan Lansia

"Ada dua hal yang terkait penguatan koordinasi moneter-fiskal untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Pertama, meningkatkan daya tarik atau imbal hasil supaya portfolio inflow kembali masuk. Dengan kenaikan bunga luar negeri, memang ada outflow saham dan SBN (Surat Berharga Negara), juga kecil di SRBI (Sekuritas Rupiah Bank Indonesia," papar Perry dalam konferensi pers bersama Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco, Wakil Ketua Komisi XI DPR Mohamad Hekal, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, dan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Sabtu (6/6/2026). 

Adsense

"Karena itu, lanjutnya, fiskal dan moneter sepakat untuk sama-sama meningkatkan daya tarik imbal hasil, supaya inflow kembali masuk besar dan mendukung stabilitas nilai tukar rupiah," imbuhnya.

Baca juga : Peruri Salurkan Hewan Kurban Untuk Masyarakat di Berbagai Daerah

Kedua, Perry menekankan pentingnya upaya untuk sama-sama menjaga kecukupan likuiditas pasar uang dan perbankan dengan cara pengelolaan kas pemerintah tetap di BI. Tentu saja, ada peningkatan remunerasi atau bunga yang dibayarkan BI kepada pemerintah.

Dengan cara ini, kata Perry, operasi moneter tetap berjalan untuk mendukung stabilitas nilai tukar rupiah. Sementara operasi fiskalnya juga mendukung.

Baca juga : AMPI Bagikan Ratusan Paket Daging Kurban untuk Warga Jakarta

"Dua hal itu yang kami lakukan. Kami sepakat ini akan terus kita lakukan. Penguatan koordinasi fiskal yang selama ini sudah kuat, dan secara berkesinambungan diperkuat untuk saling mendukung untuk sama-sama mendorong pertumbuhan ekonomi, stabilitas makroekonomi, sesuai dinamika yang ada. Dengan keyakinan fundamental ekonomi kita bagus," tegas Perry.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense