Dark/Light Mode

Cegah Kenaikan Beban Rakyat

DPR Minta BI Aktif Jaga Stabilitas Rupiah

Sabtu, 16 Mei 2026 07:05 WIB
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun.
Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun.

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun meminta otoritas fiskal dan moneter memperkuat langkah mitigasi menyusul tekanan nilai tukar rupiah. Misbakhun menekankan, pelemahan kurs harus diantisipasi serius agar tidak bertransmisi jadi inflasi impor.

Misbakhun menyebut, tekanan terhadap rupiah saat ini tidak terlepas dari dinamika di tingkat global. Masalah yang dihadapi mulai dari pergeseran arus modal asing hingga meningkatnya ketidakpastian pasar internasional.

Makanya, tekanan eksternal itu tidak boleh dibiarkan bertransmisi langsung ke sektor riil domestik.

Baca juga : Pasokan Pupuk Aman, Harga Gabah Membaik

Misbakhun mendorong Bank Indonesia (BI) terus aktif menjaga stabilitas nilai tukar melalui intervensi di pasar spot. Langkah stabilisasi bisa lewat Domestic Non-Deliverable Forward maupun pasar Surat Berharga Negara (SBN).

“Itu wajib dilakukan secara presisi agar menjaga kepercayaan pasar tanpa membebani cadangan devisa,” katanya, Jumat (15/5/2026).

Dari sisi fiskal, Misbakhun menyoroti optimalisasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor (DHE). Pemerintah wajib memastikan agar DHE tetap masuk ke sistem keuangan dalam negeri.

Baca juga : Kritik Via Film Jadi Bahan Pembelajaran Pemerintah

Langkah ini untuk memperkuat pasokan dolar di dalam negeri di tengah semakin besarnya tekanan global saat ini.

Untuk menjaga sektor industri padat karya, Misbakhun meminta Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan skenario antisipasi pada APBN. Pemerintah harus membuka ruang relaksasi fiskal atau insentif tertentu bagi bahan baku impor.

Jangan sampai pelemahan rupiah berdampak pada naiknya biaya produksi yang nantinya dibebankan ke masyarakat.

Baca juga : Gerindra Tegas Terhadap Kader Yang Langgar Etik

Misbakhun memastikan, Komisi XI DPR akan terus memantau perkembangan indikator makroekonomi nasional. Pihaknya mengawal sinergi kebijakan dalam Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) agar volatilitas global tidak mengganggu stabilitas.

“Momentum pertumbuhan ekonomi yang sudah terbangun saat ini harus dijaga bersama,” katanya.

Anggota Komisi XI DPR Marwan Cik Asan menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus kisaran Rp 17.600 per dolar AS merupakan sinyal adanya tekanan eksternal dan domestik yang terjadi secara bersamaan. Makanya, yang harus dilakukan Pemerintah dan BI saat ini adalah tetap menjaga kepercayaan pasar.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.