RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi III DPR RI, Nasyirul Falah Amru atau Gus Falah, mengajak masyarakat terus menghidupkan nilai-nilai toleransi dan penghormatan terhadap keberagaman yang diwariskan almarhum Taufiq Kiemas.
Menurutnya, semangat tersebut penting untuk menjaga persatuan di tengah kemajemukan Indonesia. Ajakan itu disampaikan Gus Falah saat menghadiri peringatan Haul ke-13 Dr (HC) Taufiq Kiemas di Masjid At-Taufiq, Jakarta Selatan, Senin (8/6/2026).
“Setiap tahun, spirit ajaran almarhum Bapak Taufiq Kiemas senaja terus kami hidup-hidupkan lewat acara haul seperti yang sekarang kita lakukan ini,” ujar Gus Falah.
Menurut dia, selama menjabat Ketua MPR RI pada 1 Oktober 2009 hingga 8 Juni 2013, Taufiq Kiemas meninggalkan sejumlah warisan penting bagi bangsa.
Baca juga : Idrus Marham: Kebebasan Berkarya Harus Berpijak pada Fakta & Komitmen Kebangsaan
Di antaranya memprakarsai sosialisasi Empat Pilar MPR, meluruskan sejarah kelahiran Pancasila pada 1 Juni, serta meninggalkan jejak politik kebangsaan melalui pembangunan Masjid At-Taufiq di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
“Sejarah positif seperti ini penting disampaikan dan diperingati setiap tahun, agar generasi muda tahu sejarah dan tidak melupakannya. Banyak bangsa besar dibangun di atas narasi Sejarah positif para pendiri bangsa mereka,” kata Gus Falah.
Dalam kesempatan itu, Gus Falah juga menggambarkan sosok Taufiq Kiemas seperti tokoh Bisma dalam pewayangan.
Ia merujuk pada kajian akademisi Melisa Florence Schillevoort yang menilai Bisma sebagai sosok sakti yang memilih menghindari perpecahan dibanding mengejar kekuasaan.
Baca juga : Ekspor Kuat Jadi Penopang Kinerja Mayora di Tengah Kenaikan Bahan Baku
“Anak Prabu Santanu ini memiliki karakter pemberani, pendidik, pengayom dan juga pemegang teguh janji. Ia mementingkan keselarasan dunia, alam semesta dan kodrat, ketimbang mementingkan diri sendiri. Semoga saya tidak berlebihan menggambarkan sosok almarhum Dr (HC) Taufiq Kiemas dengan Bisma,” ujarnya.
Karena itu, ia mengajak masyarakat meneladani jejak Taufiq Kiemas sebagai tokoh nasionalis yang konsisten merawat persatuan dan menjaga Pancasila sebagai ideologi bangsa.
“Spirit yang dilakukan Pak Taufiq Kiemas mirip spirit Bisma yang saya ceritakan,” kata Gus Falah.
Pada acara yang sama, Ketua DPP PDI Perjuangan Ahmad Basarah mengungkapkan kesan narasumber haul, Prof Dr Idris Thaha, terhadap Masjid At-Taufiq yang berdiri di depan Sekolah Partai PDI Perjuangan.
Baca juga : Kakorlantas: Polantas Harus Jadi Pahlawan Keselamatan
“Dalam bisik-bisiknya kepada saya barusan, Prof Idris Thaha mengaku terkesima melihat Masjid At Taufiq. Keberadaan masjid ini menambah keyakinan beliau bahwa PDI Perjuangan bukanlah partai yang anti-Islam, bukan partai komunis seperti yang dituduhkan selama ini, tapi justru menajdi partai yang mengakomodasi Islam,” jelas Ahmad Basarah.
Basarah mengatakan, dirinya telah mengenal Idris sejak 2018 ketika akademisi tersebut menyusun disertasi mengenai hubungan Islam dan PDI Perjuangan.
“Lewat disertasinya itu, Idris mempertahankan argumentasi bahwa PDI Perjuangan justru membela kepentingan umat Islam. Ia mencatat semua perjuangan partai ini di DPR RI yang membela sejumlah rancangan undang-undang yang mendukung kepentingan umat Islam, seperti RUU Pesantren misalnya, dan lain-lain,” ujar Ahmad Basarah.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.