Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Data Tunjukkan Ekonomi Indonesia Tetap Solid Di Tengah Tekanan Global
Sabtu, 2 Mei 2026 16:19 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Kondisi ekonomi Indonesia dinilai tetap solid di tengah tekanan global. Sejumlah indikator makro menunjukkan stabilitas terjaga, mulai dari inflasi terkendali, defisit rendah, hingga rasio utang yang masih aman.
Klaim pelemahan ekonomi yang disuarakan sejumlah pihak tidak sepenuhnya sejalan dengan data resmi. Berbagai indikator justru memperlihatkan fundamental ekonomi nasional tetap kuat.
Data menunjukkan inflasi berada di kisaran 3,5 persen, defisit anggaran di bawah 3 persen, serta rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) yang masih di bawah 40 persen. Konsumsi domestik yang mencapai sekitar 90 persen juga menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap dalam kondisi kuat dan kredibel di tengah dinamika global.
Baca juga : Kehormatan Terakhir Napoli Di Tepi Danau Como
“Kondisi APBN baik. Banyak pihak juga melihatnya positif,” ujar Purbaya dalam media briefing di Jakarta.
Ia menjelaskan, pemerintah menjaga likuiditas melalui strategi pengelolaan kas yang proaktif. Salah satunya dengan penempatan dana pemerintah di perbankan untuk mendorong aktivitas ekonomi.
“Pengelolaan kas kami lakukan dengan baik untuk menjaga likuiditas, sehingga ekonomi tetap bergerak,” katanya.
Pemerintah juga terus menjaga daya beli masyarakat melalui kebijakan subsidi yang tepat sasaran, dengan tetap memperhatikan kesehatan fiskal.
Baca juga : MDIA Tegaskan Kinerja ANTV Menguat di Tengah Suspensi Saham
Sementara itu, Chief Economist IQI Global Shan Saeed menilai fundamental ekonomi Indonesia masih kuat di tengah tekanan global.
Menurutnya, stabilitas makroekonomi, pertumbuhan yang terjaga, disiplin fiskal, serta pelaksanaan kebijakan yang konsisten menjadi faktor utama yang menopang ekonomi Indonesia.
“Indonesia sejauh ini tetap solid dan memiliki fondasi yang baik,” ujarnya.
Gambaran positif juga terlihat dari realisasi investasi pada triwulan I 2026 yang mencapai Rp 498,79 triliun atau tumbuh 7,22 persen secara tahunan. Penyerapan tenaga kerja juga meningkat 18,93 persen.
Baca juga : Standar Keselamataan Roda Dua di Indonesia Wajib Ditingkatkan
Dengan berbagai indikator tersebut, kondisi ekonomi nasional dinilai tetap stabil. Data menunjukkan daya beli masyarakat terjaga serta memberikan gambaran ekonomi yang tetap kuat di tengah tantangan global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya