Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Asal Minyak Sawit Kini Harus Bisa Dilacak, Ini Tantangan Dan Peluangnya
Senin, 20 April 2026 18:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Asal minyak sawit kini harus bisa dilacak dari produk di pasar hingga ke kebun. Aturan ini menjadi tantangan baru sekaligus peluang bagi industri sawit Indonesia. Pelacakan ini dikenal sebagai traceability sawit, yaitu kemampuan menelusuri asal minyak sawit dari produk jadi hingga ke kebun tempat sawit ditanam. Sistem ini memastikan produk dapat ditelusuri sumbernya dan memenuhi standar keberlanjutan global.
Strategic Advisor CECT Sustainability Universitas Trisakti Windrawan Inantha mengatakan tuntutan pelacakan sawit semakin kuat, terutama dari pasar internasional. Uni Eropa melalui Regulasi Deforestasi Uni Eropa atau European Union Deforestation Regulation (EUDR) meminta produk sawit bebas dari deforestasi.
“Traceability sawit hari ini lebih banyak lahir dari tekanan akses pasar dan tata kelola global,” ujarnya dikutip di Jakarta, Senin (20/4/2026).
Ia menjelaskan, produk sawit kini harus bisa ditelusuri dari barang di supermarket hingga kembali ke kebun asalnya. Kondisi ini membuat Uni Eropa bukan hanya sebagai pembeli, tetapi ikut menentukan arah industri sawit global.
Menurutnya, kondisi di dalam negeri masih berbeda. Selama ini, konsumen domestik belum banyak menuntut informasi asal-usul minyak sawit secara detail. Windrawan menyebut sekitar 42 persen kebun sawit Indonesia dikelola petani kecil. Kelompok ini menjadi titik paling rentan dalam penerapan sistem pelacakan.
Baca juga : Modal Fit dan Mental Oke, Persib Siap Tantang Dewa United
“Sistem yang menuntut geolokasi presisi dan pencatatan digital lebih mudah dijalankan perusahaan besar,” tegasnya.
Peraih gelar doktor di bidang Sustainable Development Management ini menjelaskan sejumlah tantangan di tingkat petani. Mulai dari legalitas lahan yang belum jelas, keterbatasan kemampuan teknis, hingga biaya sertifikasi. Pendampingan di lapangan juga masih terbatas. Dalam situasi ini, pelacakan sawit menjadi peluang untuk memperbaiki tata kelola industri. Sistem yang lebih tertib dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap produk Indonesia.
Windrawan juga menyoroti peran Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dalam mendukung kesiapan petani menghadapi tuntutan ini. Ia menilai BPDP dapat menjadi penghubung antara kebutuhan petani kecil dengan standar global yang semakin ketat.
Ia mendorong BPDP menjadikan kesiapan traceability sebagai salah satu prioritas dalam penyaluran program. Dukungan terhadap kelompok tani yang sudah memiliki data kebun dan proses legalisasi dinilai penting untuk dipercepat.
"Insentif kebijakan harus terasa nyata di tingkat petani,” katanya.
Baca juga : Perjuangan Mbah Aina Tak Sia-sia, Aditya Kini Kejar Mimpi Jadi Tentara
Selain itu, BPDP dinilai perlu memperkuat infrastruktur data di tingkat petani. Dukungan dapat berupa pemetaan kebun rakyat, pelatihan penggunaan perangkat geolokasi, hingga digitalisasi administrasi kelompok tani. Windrawan menekankan pentingnya penyelesaian persoalan legalitas lahan yang juga perlu didorong bersama BPDP dan kementerian terkait. Tanpa status lahan yang jelas, sistem pelacakan akan sulit berjalan optimal.
“Selama status lahan belum jelas, data traceability tidak akan kokoh,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya insentif ekonomi bagi petani yang sudah menerapkan pelacakan. Tanpa manfaat langsung, perubahan dinilai akan berjalan lambat.
“Selama buah yang tertelusuri dihargai sama, perubahan akan berjalan lambat,” sebutnya.
Di sisi lain, ia mengapresiasi langkah BPDP yang telah menyiapkan pengembangan sistem informasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) berbasis WebGIS dan aplikasi seluler. Langkah ini dinilai sebagai fondasi penting untuk memperkuat sistem pelacakan sawit.
Baca juga : Hari Seni Sedunia 2026, Ibas Dorong Penguatan dan Pemajuan Seni Budaya Kreatif
“Ini sinyal yang benar dan menunjukkan arah kebijakan yang tepat,” ujarnya.
Menurutnya, ke depan diperlukan integrasi antara riset, sistem digital, dan pembiayaan agar berjalan searah. Pendekatan ini akan mempercepat penerapan traceability secara menyeluruh di industri sawit nasional.
Jika berjalan baik, pelacakan asal sawit tidak hanya menjawab tuntutan pasar global, tetapi juga membuka peluang peningkatan kualitas tata kelola dan daya saing industri dalam negeri.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya