BREAKING NEWS
 

Pemerintah Manfaatkan AI Kembangkan Sistem Data Tunggal, Benahi Data UMKM-Bansos

Reporter & Editor :
SRI NURGANINGSIH
Rabu, 10 Juni 2026 07:16 WIB
Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan (tengah) saat konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Foto: Dok. Bakom RI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah tengah mempercepat transformasi digital dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Teknologi AI ini akan digunakan dalam membangun sistem data tunggal nasional.

Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi penyaluran bantuan sosial (bansos), memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta memperbaiki tata kelola pemerintahan berbasis data.

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan, pemerintahan ke depan akan semakin mengandalkan digitalisasi yang didukung teknologi AI untuk mengintegrasikan berbagai data masyarakat dan program pemerintah.

“Pemerintahan ini akan berbasis digitalisasi dengan support AI,” ujar Luhut dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menurutnya, pemanfaatan AI akan menjadi fondasi penting dalam pengelolaan data nasional, terutama untuk memastikan berbagai program bantuan pemerintah tepat sasaran.

Baca juga : Pemerintah Pastikan DSI Kelola Ekspor SDA Satu Pintu Secara Transparan

Salah satu perubahan yang akan dilakukan adalah mengalihkan pola subsidi dari berbasis barang menjadi berbasis penerima manfaat.

“Subsidi tidak akan lagi ke barang. Subsidi akan langsung kepada penerima. Rata-rata kita kumpulkan bansos itu dengan cash transfer dan seterusnya ada Rp5,4 juta per orang,” katanya.

Tak hanya untuk program bansos, Luhut mengatakan sistem data tunggal berbasis AI juga akan dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan UMKM.

Adsense

Pemerintah menilai teknologi tersebut mampu memberikan gambaran yang lebih komprehensif mengenai profil pelaku usaha, sehingga kebijakan pembiayaan maupun pendampingan dapat disusun secara lebih tepat.

“Dan ini nanti dikelompokkan dengan AI. Kita akan bisa mendorong UMKM dengan memberikan skor yang baik karena orang ini sudah bisa dipantau dengan jelas latar belakangnya karena teknologi,” katanya.

Baca juga : Prancis Tumbang, Spanyol Dan Swedia Tertahan

Luhut menambahkan, Indonesia berpotensi menjadi salah satu negara dengan jumlah penduduk terbesar yang menerapkan sistem pemerintahan digital berbasis AI secara terintegrasi.

Dengan populasi yang diperkirakan mendekati 300 juta jiwa dalam beberapa tahun ke depan, penerapan teknologi tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Melalui sistem tersebut, Luhut mengatakan pemerintah juga akan memiliki kemampuan pemantauan yang lebih baik terhadap berbagai program dan layanan publik.

Seluruh proses, mulai dari pengumpulan data hingga pelaksanaan kebijakan dapat diawasi secara real time untuk meningkatkan transparansi dan efektivitas pemerintahan. “Semua akan bisa dimonitor dengan sistem ini,” tegas Luhut.

Luhut juga menekankan bahwa pengembangan sistem digital tersebut dilakukan oleh talenta dalam negeri.

Baca juga : Pertamina Patra Niaga Pangkas Harga Avtur Hingga 10 Persen Mulai 1 Juni 2026

Menurutnya, keterlibatan sumber daya manusia Indonesia menjadi bukti kemampuan nasional dalam membangun teknologi yang mendukung transformasi pemerintahan.

“Sekali lagi sistem ini dibangun oleh anak-anak Indonesia,” kata Luhut.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense