BREAKING NEWS
 

Bicara Penguatan Rupiah

Dasco Ajak Orang Kaya Jual Dolar

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 12 Juni 2026 08:42 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad (Foto: Tedy O Kroen/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad mengajak orang-orang kaya yang nyimpen dolar Amerika Serikat (AS) agar segera menjualnya. Sebab, nilai tukar rupiah akan segera menguat.

"Bagi teman-teman yang saat ini menyimpan dolar AS karena berharap ada kelebihan (keuntungan), sebaiknya dilepas. Karena kalau sudah minggu depan, nilai rupiah menguat. Itu imbauan saya sih," ucap Dasco, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (11/6/2026).

Dasco mengaku sudah mendengar sejumlah langkah dan strategi Pemerintah dalam menguatkan rupiah. Ia pun yakin, pekan depan, nilai tukar rupiah akan semakin perkasa.

"Dalam minggu ini dan ke depan ada strategi-strategi khusus Pemerintah. Saya yakini ini akan membuat nilai tukar atau rupiah menguat," kata Ketua Harian Partai Gerindra ini.

Baca juga : Prabowo: Alhamdulillah, Kita Swasembada Pangan

Ia menjelaskan, data perdagangan tiga hari terakhir menunjukkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan rupiah dalam tren yang bagus. Kata Dasco, penguatan ini tak lepas dari kepercayaan publik terhadap Pemerintah.

"Saya pikir kepercayaan terhadap Pemerintah semakin kuat sehingga hal itu berpengaruh terhadap pasar dan juga terhadap penguatan nilai tukar rupiah," ucapnya.

Keyakinan yang sama disampaikan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa. Purbaya memprediksi, nilai tukar rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II atau mulai Juli 2026.

Adsense

"Rupiah akan kembali menguat secara bertahap pada semester II tahun 2026," kata Purbaya, saat rapat bersama Komisi XI DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Baca juga : Waduh, Harga Sembako Pada Naik Nih...

Prediksi Purbaya ini memperhitungkan sejumlah faktor ekonomi. Ia memaparkan, hingga awal Juni 2026, rupiah masih menghadapi tekanan dari berbagai faktor, baik dari global maupun domestik. Terutama dipengaruhi oleh sentimen global, kondisi risk off di pasar keuangan, tekanan dari transaksi berjalan dan transaksi finansial domestic.

Purbaya yakin, tekanan tersebut mereda melalui sinergi yang lebih kuat antara kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan. Misalnya, perbaikan tata kelola Devisa Hasil Ekspor (DHE) serta pendalaman pasar keuangan domestik, diyakini meningkatkan pasokan valuta asing di dalam negeri dan memperkuat kepercayaan investor. Selain itu, prospek ekonomi global pada 2027 diperkirakan lebih baik dibanding tahun ini, seiring sejumlah konflik geopolitik yang mereda.

"Di tahun 2027, konflik geopolitik terutama Iran dan AS dan Israel diperkirakan semakin mereda dan pertumbuhan ekonomi global diperkirakan akan membaik," ujar Purbaya.

Atas berbagai faktor tersebut, Pemerintah memperkirakan nilai tukar rupiah pada tahun 2027 akan bergerak di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS. "Pemerintah memperkirakan rupiah di tahun 2027 terjaga stabil pada kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS," kata Purbaya, yakin.

Baca juga : 6 Juta Tiket Ludes Terjual, Paus Leo: Piala Dunia Jadi Ajang Kebersamaan

Serupa, Bank Indonesia (BI) memperkirakan nilai tukar rupiah pada 2027 akan berada di kisaran Rp 16.800 hingga Rp 17.500 per dolar AS. "Kami memandang 2027 nilai tukar akan menguat. Kisarannya sama dengan Pemerintah Rp 16.800 sampai Rp 17.500," kata Gubernur BI Perry Warjiyo, dalam rapat yang sama.

Menurut Perry, ada lima faktor yang menyebabkan penguatan mata uang Garuda di 2027. Pertama, kondisi ekonomi global tahun depan diperkirakan tak akan seburuk tahun ini. Kedua, fundamental ekonomi Indonesia dalam keadaan kuat. Ketiga, kehadiran PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ekspor. Keempat, BI berkomitmen terus menjaga nilai tukar rupiah baik melalui intervensi maupun berbagai kebijakan lain. Kelima, koordinasi erat antara kebijakan moneter BI dengan kebijakan fiskal Pemerintah.

"Jadi, dengan lima faktor itu, rupiah Insya Allah tahun depan akan menguat kisarannya Rp 16.800-Rp 17.500," yakin Perry. FAQ/UMM

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense