Dark/Light Mode

Bilang Banyak Negara Kesulitan Cari Makan

Prabowo: Alhamdulillah, Kita Swasembada Pangan

Jumat, 12 Juni 2026 08:27 WIB
Presiden Prabowo Subianto mengendarai mesin combine harvester saat ikut panen raya padi. (Foto: Setpres)
Presiden Prabowo Subianto mengendarai mesin combine harvester saat ikut panen raya padi. (Foto: Setpres)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto menyatakan perang dan ketegangan geopolitik global telah menyebabkan banyak negara mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan pangan rakyatnya. Prabowo bersyukur, Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan. 

Prabowo menerangkan, ketahanan pangan merupakan faktor vital bagi keberlangsungan negara di tengah meningkatnya ancaman krisis pangan global. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun telah memperingatkan potensi terjadinya kelaparan besar-besaran di sejumlah negara pada tahun ini.

"Banyak negara dalam keadaan panik, mereka sulit cari makan. Kita, alhamdulillah kuat. Ini tak bisa kita tutup mata," kata Prabowo, dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), di Lampung, Rabu (10/6/2026). 

Kepala Negara menegaskan, pangan merupakan fondasi utama negara. Karena itu, tidak boleh dipandang sebelah mata.

“Jangan kau anggap pangan tidak penting. Tanpa pangan tidak ada republik mana pun di dunia ini. Tidak ada negara tanpa pangan," tegasnya.

Baca juga : Perjalanan Haji Sharfina, Inspirasi Penyandang Disabilitas

Selain pangan, Prabowo menyatakan Pemerintah juga tengah menggenjot program swasembada energi. Pemerintah terus bekerja keras agar bisa mememuhi kebutuhan energi dari pasokan dalam negeri.

“Perhitungan kita, tiga tahun lagi kita benar-benar sangat kuat di bidang energi," ujar Prabowo. 

Di bidang industri, Pemerintah berkomitmen melakukan percepatan melalui hilirisasi sumber daya alam. Hal ini bertujuan untuk menciptakan nilai tambah. "Semua komoditas kita akan olah dan akan menjadi industri-industri di Indonesia," imbuh Prabowo.

Kebijakan hilirisasi membuka peluang besar bagi pengusaha muda untuk menjadi pelaku utama pembangunan ekonomi nasional. "Karena kita tidak mau hanya jadi pasarnya bangsa lain. Kita mau pasar Indonesia harus dinikmati oleh putra-putri Indonesia," sebut Prabowo. 

Bangun 100 Gudang Baru

Sejalan dengan upaya memperkuat ketahanan pangan nasional, Pemerintah tengah membangun 100 gudang baru untuk Perum Bulog. Nilai investasinya sekitar Rp 5 triliun. 

Baca juga : Janji Presiden di Lampung: 400 Rumah Sakit, 10 Ribu Puskesmas Akan Direnovasi

"Ada bangun gudang baru untuk Bulog. Sudah disetujui,” ucap Menteri Pertanian Amran Sulaiman, dalam Rapat Kerja dengan Komisi IV DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026). 

Amran menerangkan, gudang ini dilengkapi fasilitas canggih. Beras di gudang ini bisa disimpan hingga tiga tahun dengan kualitas tetap baik. 

"Jadi penyimpanannya jauh lebih bagus daripada sekarang. Ini cukup modern," imbuh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) itu. 

Hingga awal Juni 2026, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) tercatat mencapai 5,33 juta ton. Fasilitas penyimpanan modern itu akan meningkatkan keamanan stok pangan nasional sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga beras.

Ketua Tim Kerja Stabilisasi Pasokan Pangan Bapanas Yudhi Harsatriadi Sandyatma menyatakan, stok CBP saat ini merupakan tertinggi sepanjang sejarah pencatatan nasional.

Baca juga : AS Larang Fans Iran Nonton di Stadion

"Angka cadangan beras pemerintah yang dikelola Bulog hingga hari ini sudah mencapai 5,33 juta ton. Itu adalah prestasi luar biasa dari kita semua dan merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah republik ini," ucap Yudhi, dalam Economic Conference of The National Sustainable Food Programme, di Jakarta, Kamis (11/6/2026). 

Yudhi menjelaskan, neraca pangan nasional saat ini berada dalam kondisi yang baik. Terutama untuk komoditas beras yang menjadi kebutuhan pokok masyarakat Indonesia.

"Ketersediaan beras yang kuat mempertegas posisi Indonesia dalam menjaga pasokan pangan di tengah berbagai tantangan global dan dinamika inflasi pangan dunia," sambung Yudhi. 

Menurut Yudhi, penguatan stok pangan menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan dan keterjangkauan pangan. Kedua aspek tersebut, kata dia, merupakan fondasi utama dalam pengendalian inflasi pangan. 

"Ini bagaikan dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, sehingga erat kaitannya dengan stabilisasi pasokan dan harga pangan," tambah Yudhi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.