BREAKING NEWS
 

Transaksi Berbasis Yuan Kini Mudah & Efisien

Bank Mandiri Terkoneksi Sistem Pembayaran China

Reporter : DWI ILHAMI
Editor : ESTI FITRIA WULANDARI
Minggu, 14 Juni 2026 06:40 WIB
Direktur Operations Bank Mandiri Timothy Utama (kiri) dan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo (kedua kiri), bersama Gubernur Bank Sentral China Pan Gongsheng (kedua kanan) dan Chairman CIPS Wang Hongbo, berfoto bersama saat Launching Ceremony of Bank Mandiri as Direct Participant of The Cross-Border Interbank Payment System (CIPS) di Shanghai, China, Kamis (11/6/2026). (Foto: Dok. Bank Mandiri)

 Sebelumnya 
“Bank Mandiri optimistis konektivitas yang semakin terintegrasi ini akan memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha yang aktif menjalin hubungan bisnis dengan China,” katanya. 

Ke depan, Bank Mandiri akan terus memperluas kolaborasi dengan berbagai mitra strategis global, mengembangkan layanan transaksi berbasis RMB, serta memperkuat perannya sebagai penyedia solusi finansial untuk kebutu­han transaksi internasional nasabah. 

“Kami percaya konektivitas fi­nansial yang semakin kuat akan membuka lebih banyak peluang pertumbuhan berkelanjutan bagi dunia usaha dan perekonomian nasional,” tutup Timothy. 

Penguatan Mata Uang Lokal 

Pada kesempatan yang sama, BI dan PBoC sepakat menjajaki peningkatan nilai kerja sama Bilateral Currency Swap Arrangement (BCSA) antara kedua Bank Sentral. 

Baca juga : Petugas Sering Patroli, Parkir Liar Tetap Marak

Kedua pihak menegaskan kembali komitmen untuk meningkatkan penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral serta memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas melalui tiga capaian utama. 

Pertama, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) mengenai LCT yang mencakup Indonesia dan Hong Kong. 

Kerja sama tersebut memperkuat kerangka LCT yang telah berjalan guna mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bi­la­teral, meningkatkan efisiensi transaksi, serta mendukung integrasi pasar keuangan regional yang lebih mendalam. 

“Kerja sama ini sekaligus mendukung upaya kedua bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar melalui perluasan penggunaan mata uang lokal dan penguatan infrastruktur keuangan,” kata Perry. 

Baca juga : Belanda Vs Jepang, Menang Nama Vs Unggul Cepat

Kedua, BI dan PBoC meluncurkan implementasi pembayaran Quick Response (QR) lintas batas Indonesia-China. 

Perry mengatakan, ke depan kerja sama keuangan kedua negara akan diarahkan untuk memperkuat transaksi mata uang lokal, mengembangkan infrastruktur keuangan, serta memperluas kerja sama antar Bank Sentral, termasuk pembentukan RMB Clearing Bank di Indonesia. 

Ketiga, Bank Mandiri secara resmi ditetapkan sebagai peserta langsung (direct participant) dalam CIPS. 

Gubernur PBoC Pan Gongsheng mengatakan, China dan Indonesia, sebagai ekonomi utama sekaligus mitra strategis di kawasan, memiliki tanggung jawab bersama untuk memperdalam kerja sama ekonomi dan keuangan bilateral. 

Baca juga : Belgia Vs Mesir, Lukaku Berpacu Dengan Waktu

“Penguatan kerja sama ini diharapkan dapat berkontribusi terhadap kemakmuran dan stabilitas kawasan, sekaligus mendukung ketahanan ekonomi kedua negara,” katanya. 

Menurut Pan, berbagai capaian tersebut menjadi tonggak penting dalam penguatan kerja sama keuangan bilateral. 

“Dan diharapkan dapat membantu dunia usaha menekan biaya pemrosesan transaksi bagi pelaku usaha maupun masyarakat di kedua negara,” pungkas Pan. [DWI]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense