Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Media Center Haji, Makkah
Arus kedatangan jemaah haji Indonesia gelombang kedua ke Madinah membawa suasana berbeda di kawasan Masjid Nabawi. Sejak tiba di Kota Nabi, ribuan jemaah tampak berbondong-bondong menuju Raudhah, salah satu lokasi paling istimewa di dalam Masjid Nabawi yang menjadi tujuan utama para peziarah.
Raudhah berada di antara makam Rasulullah SAW dan mimbar beliau. Area yang ditandai dengan hamparan karpet dan tiang-tiang berwarna putih itu dikenal sebagai tempat yang sangat mulia dan diyakini sebagai salah satu Taman Surga.
Setiap hari, ribuan jemaah Indonesia memadati lokasi tersebut untuk menunaikan salat sunnah dan memanjatkan doa. Banyak di antara mereka yang telah lama memimpikan dapat beribadah di tempat yang disebut Rasulullah SAW sebagai Raudhatul Jannah atau Taman Surga. Kepala Sektor Khusus Nabawi, Muhammad Thoriq, mengatakan jumlah jemaah Indonesia yang memasuki Raudhah setiap hari sangat besar.
Menurutnya , dalam satu hari jumlah jemaah yang masuk ke kawasan tersebut dapat mencapai sekitar 8.000 orang. “Pada pukul 16.00 ada beberapa kloter yang masuk dengan jumlah sekitar 1.045 jamaah.
Kemudian pada pukul 17.00 juga ada sejumlah kloter yang dijadwalkan masuk. Total dalam sehari bisa mencapai 8.000 orang,” ujarnya kepada wartawan Media Center Haji (MCH), Kamis (11/6/2026) waktu setempat.
Baca juga : Pengembangan Kasus MBG, Vendor Motor Listrik & Pengatur SPPG Jadi TSK
Besarnya jumlah jemaah yang ingin beribadah di Raudhah membuat pengaturan akses masuk dilakukan secara ketat dan terjadwal.
Seperti pada fase kedatangan gelombang pertama, Sektor Khusus Nabawi kembali memfasilitasi jemaah Indonesia melalui sistem tasreh atau izin masuk ke Raudhah secara kolektif.
Melalui mekanisme tersebut, ketua kloter dan petugas bimbingan ibadah kloter membantu proses pendaftaran jemaah sehingga akses masuk dapat berlangsung lebih tertib dan terorganisasi.
Sistem kolektif ini berada di bawah pengawasan langsung Sektor Khusus Nabawi untuk memastikan seluruh proses berjalan lancar.
Selain menggunakan tasreh yang difasilitasi petugas, jemaah juga dapat mendaftarkan diri secara mandiri melalui aplikasi Nusuk yang tersedia di telepon genggam masing-masing.
Salah seorang jemaah asal Cirebon, Jawa Barat, Muhammad Zulfam, mengaku sangat bersyukur setelah berhasil memasuki Raudhah. Baginya, kesempatan beribadah di tempat tersebut menjadi pengalaman spiritual yang sulit dilupakan.
Baca juga : Badiul Hadi: Berpotensi Mendorong Kenaikan Angka Inflasi
“Alhamdulillah, saya sangat terharu. Rasanya ingin kembali lagi ke sini. Terima kasih kepada para petugas yang telah memfasilitasi kami sehingga bisa masuk ke Raudhah,” ujarnya.
Zulfam berharap selama menjalani masa tinggal di Madinah dirinya masih memiliki kesempatan untuk kembali beribadah di lokasi yang sama.
Perasaan serupa juga dirasakan Zuhdi, jemaah asal Solo, Jawa Tengah. Dia mengaku bahagia meski waktu yang diberikan untuk berada di dalam Raudhah relatif singkat.
“Bersyukur sekali. Sebenarnya ingin lebih lama, tetapi kami harus bergeser karena diatur oleh petugas penjaga,” katanya.
Menurut Zuhdi, kesempatan beberapa menit di Raudhah tetap menjadi anugerah besar yang sangat disyukurinya.
Selama delapan hari berada di Madinah, dia berharap dapat kembali memperoleh izin untuk memasuki Raudhah.
Baca juga : Firman Soebagyo: Kenaikan Pertamax Cs Tak Bebani Rakyat Kecil
“Keinginan saya bisa masuk lagi ke sana. Saya ingin mendoakan seluruh keluarga dan memohon kebahagiaan dunia serta akhirat,” tuturnya.
Bagi banyak jemaah Indonesia, Raudhah bukan sekadar destinasi ziarah. Tempat itu menjadi ruang spiritual yang menghadirkan ketenangan, harapan, dan kedekatan batin dengan Rasulullah SAW.
Karena itulah, meski harus mengantre dan menunggu jadwal masuk, ribuan jemaah tetap antusias memanfaatkan kesempatan berharga tersebut selama berada di Madinah. Setiap hari, kawasan Raudhah pun dipenuhi doa-doa yang dipanjatkan dengan penuh harap oleh para tamu Allah dari berbagai penjuru dunia, termasuk Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya