RM.id Rakyat Merdeka - Sejumlah analis memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akan kembali menguat pada perdagangan hari ini, Senin (15/6/2026). Penguatan ditopang oleh semakin perkasanya rupiah dan membaiknya sentimen pasar.
Head of Equity Research Samuel Sekuritas Indonesia Prasetya Gunadi mengatakan, sejumlah indikator menunjukkan tekanan yang sebelumnya membebani pasar saham domestik mulai mereda. Menurut dia, penguatan rupiah yang didorong respons kebijakan Bank Indonesia (BI) menjadi salah satu faktor utama yang menopang optimisme pasar.
Dalam sebulan terakhir, kata dia, BI telah menaikkan suku bunga acuan secara kumulatif sebesar 75 basis poin (bps). Termasuk kenaikan 25 bps pada 9 Juni 2026 sehingga berada di level 5,5 persen.
Selain itu, kebijakan baru terkait tata kelola ekspor komoditas sumber daya alam seperti batu bara, Crude Palm Oil (CPO), dan ferro alloy dinilai berpotensi meningkatkan pasokan devisa serta mengurangi praktik under-invoicing.
"Kondisi tersebut berpotensi memberikan tambahan sentimen positif terhadap rupiah," kata Prasetya dalam keterangannya, Minggu (14/6/2026).
Baca juga : Kurma Ajwa Madinah, Warisan Nabi Penuh Manfaat
Ia menambahkan, faktor fiskal juga menjadi perhatian pasar. Langkah Pemerintah melakukan efisiensi anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih membantu menjaga stabilitas nilai tukar.
Dari sisi pasar modal, untuk pertama kalinya sejak 20 Mei 2026, Bursa Efek Indonesia (BEI) kembali mencatat arus masuk dana asing bersih (net foreign inflow) sebesar Rp 287 miliar atau sekitar 16 juta dolar AS pada perdagangan Jumat (12/6/2026).
Sementara, Chief Economist Bank Tabungan Negara (BTN) Myrdal Gunarto menilai, momentum penguatan IHSG masih berlanjut setelah rebound yang terjadi pada akhir pekan lalu. Menurut dia, membaiknya sentimen global turut mendukung pasar, terutama harapan meredanya konflik di kawasan Timur Tengah yang selama ini menjadi salah satu sumber ketidakpastian ekonomi dunia.
"Menurut saya, IHSG bisa menyentuh 6.336," ujar Myrdal.
Sedangkan, Co-Founder Pasar Dana, Hans Kwee mengatakan, pasar keuangan Indonesia mendapat sentimen positif dari meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, penguatan nilai tukar rupiah, serta optimisme terhadap prospek pertumbuhan ekonomi nasional.
Baca juga : KPK Tak Ajukan Banding, Vonis Noel Cs Inkrah
"IHSG berpeluang bergerak konsolidatif menguat dengan level support di kisaran 5.900 hingga 5.677 dan resistance pada rentang 6.100 hingga 6.264," ujar Hans, Minggu (14/6/2026).
Menurut Hans, harapan tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran turut mendorong penguatan bursa saham global. Kondisi tersebut juga menekan harga minyak dunia yang sebelumnya sempat melonjak akibat kekhawatiran terganggunya pasokan energi dari kawasan Timur Tengah.
Ia menilai, penurunan harga minyak menjadi kabar positif bagi Indonesia karena dapat membantu meredakan tekanan inflasi, memperbaiki neraca perdagangan, serta mengurangi beban fiskal yang berkaitan dengan subsidi energi.
Sebelumnya, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan, prospek pasar modal Indonesia masih berada pada jalur yang positif di tengah dinamika perekonomian global. Hal ini bisa dilihat dari menguatnya IHSG.
Menurut Friderica, perkembangan tersebut menunjukkan bahwa pasar mulai memberikan respons positif terhadap berbagai langkah reformasi yang dilakukan regulator di sektor pasar modal. Berbagai kebijakan yang ditempuh dinilai berhasil menjawab sejumlah isu utama yang selama ini menjadi perhatian para pemangku kepentingan, termasuk penyedia indeks global.
Baca juga : Timboel Siregar: Regulasi Sudah Ada, Tinggal Implementasi
Selain didukung oleh reformasi regulasi, kata dia, fundamental pasar modal domestik juga diperkuat oleh kinerja perusahaan tercatat yang terus membaik. OJK mencatat bahwa laporan keuangan emiten pada kuartal I-2026 menunjukkan tren positif, baik dari sisi pertumbuhan pendapatan maupun peningkatan profitabilitas. Perbaikan kinerja tersebut menjadi faktor penting yang menopang optimisme terhadap prospek pasar saham Indonesia ke depan.
Di sisi lain, struktur pasar modal nasional juga dinilai tetap kuat berkat dukungan investor domestik yang terus bertambah, khususnya investor ritel. [MEN]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.