BREAKING NEWS
 

Rosan: Indonesia Butuh Investasi Rp 13.032 T hingga 2029 Untuk Tumbuh 8 Persen

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Senin, 15 Juni 2026 11:02 WIB
Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Senin (15/6/2026). (Foto: YouTube)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan P Roeslani menegaskan, dalam periode 2025-2029, Indonesia memerlukan investasi sebesar 143 persen dari total capaian 10 tahun terakhir. Demi mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen seperti yang dicita-citakan Presiden Prabowo Subianto.

"Dana yang dibutuhkan dalam periode tersebut adalah Rp 13.032,8 triliun. Kurang lebih 143 persen dari realisasi investasi selama 10 tahun terakhir," kata Rosan dalam Rapat Kerja dengan Komisi XII DPR RI di Komplek Parlemen Senayan Jakarta, Senin (15/6/2026).

 

Baca juga : KEK Senjata Andalan Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen


Rosan menekankan, pihaknya tak semata-mata mengejar nominal sebagai bagian dari strategi investasi, tetapi juga investasi yang berkualitas. Serta penguatan kontribusi terhadap ekonomi daerah atau nasional.

Realisasi Investasi Triwulan I-2026

Di tengah dinamika geopolitik dan ekonomi global, realisasi investasi selama Triwulan I-2026 mencapai Rp 498,8 triliun. Tumbuh 7,2 persen atau setara Rp 465,2 triliun dibanding periode yang sama di tahun lalu. Atau mencapai 24,4 persen dari total target tahun 2026 yang besarnya Rp 2.041,3 triliun.

Adsense

Rosan memaparkan, investasi ini menyerap 706.569 tenaga kerja langsung atau bertambah 18,9 persen secara year on year atau dibanding tahun lalu.

Baca juga : Airlangga: Investasi RI & Singapura Tumbuh Positif

Kontribusi penanaman modal asing (PMA) mencapai Rp 250 triliun. Hampir sama dengan realisasi investasi pada penanaman modal dalam negeri (PMDN), yang mencapai Rp 248,8 triliun. Masing-masing tumbuh 8,5 dan 6 persen secara yoy.

Sementara realisasi investasi di luar Jawa mencapai Rp 251,3 triliun (tumbuh 6,5 persen secara yoy) Melebihi kontribusi Pulau Jawa yang tercatat Rp 247,5 triliun (tumbuh 7,9 persen secara yoy).

 

Baca juga : Bank Indonesia Naikkan BI Rate 50 Bps Jadi 5,25 Persen

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense