Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Rosan Roeslani: Investasi Hilirisasi Menguat, Capai Rp147 T Di Triwulan I
Kamis, 23 April 2026 12:31 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Arah investasi nasional kian menguat ke sektor hilirisasi. Pada triwulan I 2026, nilai investasi di sektor ini mencapai Rp147,5 triliun atau sekitar 29,6 persen dari total realisasi investasi.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani mengatakan, kontribusi hilirisasi terus meningkat dan menjadi salah satu motor utama pertumbuhan investasi.
“Kontribusi investasi di sektor hilirisasi cukup signifikan, mencapai 29,6 persen pada triwulan I,” ujar Rosan dalam rilis realisasi investasi triwulan I, di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, investasi hilirisasi tumbuh 8,2 persen. Kinerja ini menunjukkan bahwa kebijakan hilirisasi mulai memberikan dampak nyata terhadap perekonomian.
Baca juga : Menlu: Investigasi Serangan UNIFIL Berlanjut, Pos Pasukan RI Dipindahkan
Rosan menjelaskan, sektor hilirisasi masih didominasi oleh industri berbasis mineral. Nilainya mencapai Rp98,3 triliun, dengan komoditas utama seperti nikel, tembaga, besi, baja, bauksit, dan timah.
Selain sektor mineral, investasi juga mulai mengalir ke sektor lain seperti perkebunan dan kehutanan yang mencatat Rp29,5 triliun. Komoditas yang berkembang antara lain kelapa sawit, kayu, dan karet.
Sektor minyak dan gas bumi turut berkontribusi sebesar Rp17,7 triliun. Sementara sektor perikanan dan kelautan masih relatif kecil, yakni sekitar Rp1,7 triliun, namun diproyeksikan meningkat pada periode mendatang.
Secara geografis, investasi hilirisasi didominasi wilayah luar Jawa. Nilainya mencapai sekitar Rp111,4 triliun atau 75,5 persen dari total investasi hilirisasi. Adapun di wilayah Jawa tercatat sebesar Rp36,1 triliun.
Baca juga : Rupiah Pagi Ini Menguat Ke Rp 17.125
Kawasan seperti Sulawesi Tengah dan Maluku Utara menjadi pusat utama investasi hilirisasi. Kedua wilayah ini memiliki sumber daya alam yang menjadi bahan baku utama industri, terutama mineral.
Rosan menilai, dominasi hilirisasi di luar Jawa menjadi indikator bahwa pemerataan investasi mulai berjalan. Aktivitas industri tidak lagi terpusat di Pulau Jawa, tetapi mulai menyebar ke daerah yang kaya sumber daya.
Ke depan, pemerintah akan terus mendorong penguatan hilirisasi sebagai strategi meningkatkan nilai tambah dalam negeri. Selain meningkatkan investasi, langkah ini juga diharapkan menciptakan lapangan kerja dan memperkuat struktur industri nasional.
“Ke depan, kita harapkan kontribusi hilirisasi ini terus meningkat,” ujar Rosan.
Baca juga : MBG Ciptakan Pemberdayaan: Investasi Capai Rp 40 T, Pelaku Usaha Tumbuh
Dengan tren yang terus menguat, hilirisasi diproyeksikan menjadi pilar penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya