Dark/Light Mode

Perkuat Kerja Sama Rantai Pasok & Ekonomi Hijau

Airlangga: Investasi RI & Singapura Tumbuh Positif

Kamis, 11 Juni 2026 05:44 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto : RM)
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. (Foto : RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia dan Singapura memperkuat kerja sama di bidang investasi, rantai pasok, ekonomi hijau dan digital untuk menghadapi situasi global.

Kerja sama ekonomi di berbagai sektor strategis itu untuk mengantisipasi dampak ketidakpastian ekonomi global. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Pertemuan Menteri Kelompok Kerja Ekonomi Bila teral Singapura-Indonesia (6WG MM) ke-16 yang berlangsung di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, kerja sama kedua negara terus menunjukkan perkembangan positif. Terutama di bidang investasi, kawasan industri, energi hijau, tenaga kerja, transportasi, agribisnis dan pariwisata.

Forum 6WG merupakan platform utama kerja sama ekonomi Indonesia-Singapura yang mencakup enam bidang. Yakni Batam, Bintan dan Karimun (BBK), serta Kawasan Ekonomi Khusus lain, investasi, ketenagakerjaan, transportasi, agribisnis dan pariwisata.

Airlangga mengatakan, peningkatan kerja sama ekonomi kedua negara tercermin dari realisasi investasi di kawasan BBK yang terus tumbuh.

Baca juga : Dorong Penguatan Ekonomi Hijau, Sandiaga Uno Bidik Investasi di MUTU

“Beberapa hal yang saya catat, kerja sama bersama di BBK di tahun 2025 investasinya sebesar 5,7 miliar dolar AS (Rp 102,3 triliun). Ini naik dibandingkan tahun sebelumnya,” kata mantan Menteri Perindustrian itu.

Selain investasi, Airlangga mengungkapkan adanya perluasan kawasan Batam Free Trade Zone dari 14 pulau menjadi 22 pulau. Pengembangan juga dilakukan di Nongsa Digital Park, serta Kendal Industrial Park yang akan diperluas hingga 1.000 hektare dengan status Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).

Di sektor energi hijau, ke dua negara melanjutkan kerja sama melalui proyek pembangkit berkapasitas 200 Megawatt (MW) di Sulawesi Tengah dan pengembangan energi hijau di kawasan Batam, Bintan dan Karimun.

Pada bidang ketenaga kerjaan, Indonesia dan Singapura memperdalam kerja sama melalui program pertukaran generasi muda atau Youth Mobility Program yang berfokus pada pengembangan talenta digital.

“Indonesia dan Singapura saling bertukar young people atau generasi muda untuk belajar digital talent. Baik di Singapura maupun di Jakarta untuk mengimplementasikan digital economy yang direncanakan tahun ini digital economy framework-nya diselesaikan dalam ASEAN Summit,” jelasnya.

Baca juga : Tak Masuk Akal, Fundamental Kuat Tapi Rupiah Loyo

Kerja sama transportasi juga terus berkembang. Saat ini, maskapai asal Singapura melayani penerbangan ke 17 kota di Indonesia. Termasuk pembukaan rute baru Scoot ke Belitung dan Pontianak.

Pemerintah juga mengapresiasi kolaborasi antara Garuda Indonesia dan Singapore Airlines. Di sektor agribisnis, kedua negara tengah menyiapkan roadmap kerja sama 2026-2030 yang mencakup 13 potensi kolaborasi.

Salah satunya melalui program pelatihan bagi generasi muda Indonesia di bidang pertanian berbasis teknologi. “Saat ini ada 13 anak muda Indonesia yang belajar di Singapura. Terutama untuk agriculture yang menggunakan internet of things dan menggunakan drone. Diharapkan ini akan menciptakan the new generation of innovator,” ungkap Airlangga.

Sementara, kerja sama sektor pariwisata juga menunjukkan tren positif. Tercatat sekitar 2,44 juta warga Indonesia berkunjung ke Singapura setiap tahun. Sedangkan 1,5 juta warga Singapura berwisata ke Indonesia.

Selain membahas berbagai kerja sama sektoral, kedua negara juga menyoroti dinamika global yang penuh ketidakpastian. Airlangga berharap, kolaborasi yang semakin erat dapat memperkuat fundamental ekonomi kedua negara.

Baca juga : RI-Singapura Kerja Sama Ekonomi Hijau Dan Teknologi

Wakil Perdana Menteri Singapura Gan Kim Yong menegaskan komitmen negaranya untuk terus memperkuat kemitraan ekonomi dengan Indonesia. Termasuk dalam pembangunan rantai pasok yang tangguh dan pengembangan sektor-sektor ekonomi masa depan.

“Kami bekerja erat untuk membangun rantai pasok yang tangguh dan menciptakan peluang baru di bidang ekonomi digital, ekonomi hijau, infrastruktur industri, dan teknologi pertanian,” ujar Gan Kim Yong.

Dia mencontohkan Kawasan Batam-Bintan-Karimun (BBK), menunjukkan perkembangan yang semakin pesat di bidangbidang tersebut dengan berbagai investa.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.