RM.id Rakyat Merdeka - Nilai tukar rupiah Jumat (19/6/2026) pagi dibuka masih tertekan melemah 0,25 persen ke level Rp 17.838 per dolar Amerika Serikat (AS) dibanding penutupan perdagangan kemarin di level Rp 17.794 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia bervariasi terhadap dolar AS. Baht Thailand melemah 0,13 persen, dolar Singapura turun 0,08 persen, ringgit Malaysia minus 0,01 persen, dolar Hong Kong melemah 0,001 persen, yen Jepang menguat 0,11 persen, dan won Korea Selatan naik 0,06 persen.
Baca juga : Rabu Pagi, IHSG Melesat Ke Level 6.321
Indeks dolar AS terhadap mata uang saingannya melemah 0,01 persen ke level 100,61. Sementara nilai tukar rupiah terhadap poundsterling Inggris menguat 0,63 persen ke level Rp 23.499, terhadap euro stagnan ke level Rp 19.904, dan terhadap dolar Australia menguat 0,61 persen ke level Rp 12.477.
Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan BI Rate sebesar 0,25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen menjadi perhatian para investor. Begitu juga hasil MSCI.
Baca juga : Rupiah Melesat Ke Rp 17.760 Per Dolar AS
“Penguatan indeks dolar AS masih menjadi faktor utama yang menekan nilai tukar rupiah,” katanya dalam riset harian, Jumat (19/6/2026).
Ibrahim memproyeksi, nilai tukar rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.790-Rp 17.840 per dolar AS sepanjang hari ini.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.