BREAKING NEWS
 

PLN EPI Targetkan Serap 10 Juta Ton Biomassa pada 2030

Reporter : NOVALLIANDY
Editor : FAZRY
Sabtu, 20 Juni 2026 13:40 WIB
Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir dalam Audiensi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) mengatakan selain biomassa, PLN EPI mulai mempercepat pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) yang berasal dari limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menegaskan bioenergi akan menjadi salah satu pilar penting ketahanan energi nasional sekaligus mendukung target Net Zero Emissions (NZE) 2060.

Untuk itu, perusahaan menargetkan penyerapan biomassa mencapai 10 juta ton pada 2030, meningkat signifikan dibanding target sekitar 3,65 juta ton pada 2026.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Biomassa PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) Hokkop Situngkir dalam audiensi dengan Dewan Energi Nasional (DEN) yang dihadiri Satya Widya Yudha, Johni Jonatan Numberi, Mohamad Fadhil Hasan, Sripeni Inten Cahyani, Muhammad Kholid Syeirazi, Surono, Unggul Priyanto, serta Saleh Abdurrahman.

Hokkop menjelaskan Indonesia memiliki potensi biomassa dari limbah agro mencapai sekitar 80 juta ton per tahun. Namun, pemanfaatannya baru sekitar 20 juta ton yang sebagian besar terserap untuk kebutuhan ekspor dan industri.

"Pada 2025, PLN hanya menyerap sekitar 2,35 juta ton biomassa untuk kebutuhan pembangkit. Sementara ekspor biomassa sudah mencapai sekitar 8,5 juta ton dan sisanya oleh sektor industri. Ini menunjukkan potensi bioenergi nasional masih sangat besar untuk dioptimalkan bagi kepentingan domestik," kata Hokkop.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Johni Jonathan Numberi mengatakan biomassa akan menjadi salah satu sumber energi yang berperan penting dalam bauran energi nasional menuju NZE 2060.

Baca juga : 38 Event Pariwisata Serap 30.873 Tenaga Kerja, Putar Ekonomi Rp 86 M

Menurut Johni, pemerintah melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 40 Tahun 2025 telah menetapkan energi baru terbarukan sebagai tulang punggung sistem energi masa depan.

Dalam skenario tersebut, biomassa diproyeksikan terus meningkat pemanfaatannya bersama energi surya dan gas bumi.

"PLTU kita rata-rata memiliki umur ekonomis umur operasi yang panjang. Karena itu, cofiring biomassa menjadi langkah yang penting untuk mengurangi emisi sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik nasional," kata Johni.

PLN EPI memperkirakan target penyerapan biomassa sebesar 10 juta ton pada 2030 mampu menghasilkan nilai ekonomi hampir Rp 4 triliun serta menurunkan emisi sekitar 11 juta ton karbon ekuivalen.

Selain biomassa, PLN EPI juga mempercepat pengembangan Compressed Biomethane Gas (CBG) yang berasal dari limbah cair kelapa sawit atau Palm Oil Mill Effluent (POME).

Adsense

Indonesia memiliki hampir 3.000 pabrik kelapa sawit yang menghasilkan sekitar 130 juta metrik ton POME setiap tahun. Menurut Hokkop, uji coba pemanfaatan CBG telah dilakukan pada salah satu pembangkit milik PT Nusantara Power dan menunjukkan hasil yang menjanjikan.

Baca juga : Marc Klok Jagokan Belanda Juara Piala Dunia 2026

"Kami berharap kalau biomassa bisa menggantikan sekitar 10 persen kebutuhan energi PLTU, maka CBG juga bisa menggantikan sekitar 10 persen kebutuhan energi di PLTG, PLTMG maupun PLTGU," ujarnya.

DEN menilai pengembangan bioenergi memerlukan dukungan kebijakan lintas sektor karena melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, mulai dari sektor pertanian, kehutanan, industri hingga keuangan.

PLN EPI juga mulai mengembangkan biohidrogen sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memenuhi kebutuhan energi bersih domestik maupun pasar ekspor.

Dari sisi ekonomi, pengembangan bioenergi dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Berdasarkan perhitungan PLN EPI, setiap pemanfaatan 100 ribu ton biomassa per tahun dapat melibatkan sekitar 500 petani dan 18 kelompok tani serta meningkatkan pendapatan masyarakat hingga Rp 450 ribu per bulan.

Saat ini PLN EPI telah mengembangkan fasilitas produksi biomassa di Tasikmalaya dan Ciamis melalui kolaborasi dengan petani, koperasi, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), usaha mikro kecil dan menengah (UMKM), badan usaha milik daerah (BUMD), serta mitra swasta.

Baca juga : Kakang Rudianto Jagokan Portugal Juara Piala Dunia 2026

Untuk memenuhi target biomassa tahun lalu, PLN EPI bekerja sama dengan sekitar 150 mitra di berbagai daerah.

Secara keseluruhan, PLN EPI memperkirakan pengembangan bioenergi hingga 2030 dapat menghasilkan pendapatan sekitar Rp 5,1 triliun, tambahan penerimaan negara Rp 670 miliar, pemanfaatan limbah hingga 20 juta ton, serta menciptakan sekitar 150 ribu lapangan kerja hijau.

Dalam rapat tersebut, Satya Widya Yudha selaku pemimpin rapat dari DEN menyampaikan tiga tindak lanjut untuk mempercepat pengembangan industri bioenergi nasional.

Pertama, mendorong dukungan kebijakan lintas sektor, termasuk kajian pembentukan Indonesian Bioenergy Index (IBEI), mandatori cofiring biomassa pada pembangkit listrik tenaga uap (PLTU), serta penyusunan standar mutu dan sertifikasi bioenergi.

Kedua, memfasilitasi sinkronisasi pembangunan infrastruktur energi dan logistik biomassa di sentra produksi.

Ketiga, membentuk forum koordinasi strategis lintas sektor dari hulu hingga hilir guna menyelaraskan kebijakan dan mengawasi implementasinya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense