Dark/Light Mode

PLN EPI Gandeng BWI Pasok Biomassa Sekam Padi untuk PLTU Indramayu

Senin, 25 Mei 2026 18:29 WIB
Kiri ke Kanan : Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir dan Direktur Utama PT BWI Robani Hendra Permana menandatangani perjanjian jual beli biomassa pellet sekam padi untuk kebutuhan cofiring PT PLN Nusantara Power UP PLTU Indramayu di Jakarta.
Kiri ke Kanan : Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir dan Direktur Utama PT BWI Robani Hendra Permana menandatangani perjanjian jual beli biomassa pellet sekam padi untuk kebutuhan cofiring PT PLN Nusantara Power UP PLTU Indramayu di Jakarta.

RM.id  Rakyat Merdeka - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menggandeng PT Bumi Wiralodra Indramayu (BWI) memasok biomassa pellet sekam padi untuk kebutuhan cofiring PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkit (UP) PLTU Indramayu.

Kerja sama ini menjadi bagian dari penguatan ekosistem bioenergi nasional dan dukungan terhadap target transisi energi serta Net Zero Emission (NZE).

Direktur Biomassa PT PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan, kolaborasi tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan biomassa berbasis limbah pertanian di daerah.

“Ini tentu atas kerja sama mitra. Kami ingin PT BWI tetap menjadi partner strategis kami. Kita harus terus berkolaborasi meningkatkan kualitas karena masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan,” kata Hokkop.

Dalam kerja sama itu, PLN EPI bertindak atas nama PT PLN Nusantara Power sebagai pengguna akhir biomassa di pembangkit listrik. Hokkop menilai, performa dan kapasitas produksi biomassa berbahan sekam padi masih berpeluang ditingkatkan.

Menurut dia, target produksi hingga 3.200-3.300 ton bukan target yang sulit dicapai.

Baca juga : PLN EPI Gandeng Sorbu Agro Kembangkan Bioenergi Sorgum

“Untuk menyentuh angka 3.200 sampai 3.300 sebenarnya sangat mungkin. Tinggal bagaimana penyesuaian teknis di tim produksi dan operasional,” ujarnya.

Ia menegaskan, PLN EPI ingin kerja sama tersebut berkembang tidak hanya pada tahap penandatanganan kontrak, melainkan juga melalui peningkatan volume pasokan biomassa.

“Kalau amendemen itu penambahan volume, artinya masuk kelas akselerasi. Volumenya terus bertambah, berarti kerja sama dan kapasitasnya juga meningkat,” katanya.

Menurut Hokkop, kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sebelumnya diteken PLN EPI dengan Pemerintah Kabupaten Indramayu terkait pengembangan biomassa dan ekonomi sirkular daerah.

Sebagai salah satu lumbung padi nasional, Kabupaten Indramayu memiliki potensi limbah sekam padi yang besar untuk diolah menjadi pellet biomassa berkualitas tinggi.

Sementara itu, Direktur Utama PT BWI Robani Hendra Permana menyatakan keseriusan perusahaannya mengembangkan bisnis biomassa karena besarnya potensi limbah sekam padi di Indramayu.

Baca juga : Perkuat Cofiring, PLN EPI Digitalisasi Rumah Bibit Biomassa di Gunungkidul

“Kami serius ingin menjadi salah satu pemain biomassa di Indonesia. Indramayu memiliki luas sawah sekitar 127 ribu hektare dengan produksi gabah mencapai 1,6 juta ton per tahun,” ujar Robani.

Ia menyebut, potensi sekam padi di Indramayu diperkirakan mencapai sekitar 300 ribu ton per tahun. Namun, tantangan utama berada pada proses pengumpulan sekam yang tersebar di 31 kecamatan.

“Tantangannya bagaimana mengumpulkan sekam-sekam yang tersebar luas. Semakin jauh jaraknya dengan pabrik, tentu membutuhkan biaya yang semakin besar,” kata Robani.

Untuk mendukung pengembangan bisnis biomassa, PT BWI telah berinvestasi pada tiga mesin produksi dengan kapasitas masing-masing 1.000 ton per bulan.

“Artinya kapasitas kami saat ini sekitar 3.000 ton per bulan. Kalau kontrak dengan PLN mencapai 6.000 ton, mudah-mudahan dalam tiga sampai empat bulan bisa selesai,” ujar Robani.

Saat ini, produksi PT BWI berada di kisaran 1.500 ton per bulan atau sekitar 50 persen dari kapasitas terpasang.

Baca juga : PLN IP Gandeng DevvStream Garap Pasar Karbon Global dan Solar PV

Perusahaan menyatakan siap meningkatkan produksi seiring kenaikan kebutuhan pasokan biomassa. Robani menambahkan, pengembangan biomassa turut membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.

“Produksi 1.000 sampai 1.500 ton saja sudah melibatkan sekitar 60 orang mulai dari pengumpul, pengangkut hingga produksi. Kalau nanti kapasitas naik menjadi 3.000 sampai 4.000 ton per bulan, mungkin lebih dari 100 orang bisa terlibat,” ujar Robani.

Selain menopang kebutuhan energi pembangkit, kerja sama PLN EPI dan BWI diharapkan memperkuat ekonomi sirkular daerah, memberdayakan masyarakat lokal, serta meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Indramayu.

Kolaborasi kedua pihak mencakup pengelolaan rantai pasok biomassa, optimalisasi fasilitas produksi, serta penerapan standar kualitas dan kuantitas melalui mekanisme pengujian yang transparan dan akuntabel guna menjaga performa operasional pembangkit.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.