BREAKING NEWS
 

Sinergi Fiskal-Moneter Diperkuat

Pemerintah Siapkan Dana Stimulus Dan Genjot Investasi

Reporter : DIDI RUSTANDI
Editor : FAZRY
Kamis, 25 Juni 2026 06:30 WIB
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Foto: Dok. KHAIRIZAL ANWAR / RM

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Salah satunya, memperkuat koordinasi kebijakan fiskal dan moneter.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, penyelesaian konflik dan terciptanya perdamaian global akan memberikan dampak positif terhadap perekonomian dunia, khususnya Indonesia.

“Perdamaian ini juga akan memperbaiki supply chain. Dua hal itu sangat berpengaruh terhadap ekonomi Indonesia,” kata Airlangga di Jakarta, Selasa (23/6/2026).

Menurutnya, ketidakpastian global membuat pasar semakin sulit diprediksi, sehingga investor cenderung lebih berhati-hati mengambil keputusan investasi dan menjaga likuiditas.

Kendati begitu, kawasan Indo-Pasifik masih dinilai aman dan menarik bagi investasi global. Pasalnya, kawasan ini didukung pertumbuhan ekonomi ASEAN yang tetap berada di atas 4 persen.

Di tengah kondisi tersebut, berbagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Indonesia tetap menunjukkan kinerja positif. Tingkat keterisian tinggi dan mendorong ekspansi sebagai bagian dari realignment rantai pasok global.

Baca juga : Danantara: DSI Fokus Cegah Transfer Pricing dan Under Invoicing, Bukan Ambil Alih Ekspor

Selain itu, Pemerintah juga terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah melalui sinergi kebijakan fiskal dan moneter.

Airlangga menilai, langkah Bank Indonesia (BI) menjaga daya tarik instrumen rupiah dapat membantu menahan tekanan arus modal keluar dan mendorong masuknya investasi berkualitas.

“Kerja sama antara fiskal dan moneter ini sudah sangat baik. Kami juga secara temporer bertemu dan memonitor dana pihak ketiga yang ada di perbankan. Termasuk penyaluran kredit. Likuiditas pada market ini sangat diperlukan,” ungkapnya.

Selain menjaga stabilitas domestik, Pemerintah memperluas akses pasar dan investasi melalui berbagai kerja sama internasional. Salah satunya melalui proses aksesi Indonesia ke Organization for Economic Co-operation and Development (OECD). Kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas regulasi, memperkuat kepercayaan investor, dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Adsense

Indonesia terus mempercepat penyelesaian berbagai kerja sama ekonomi strategis. Termasuk Comprehensive and Progressive Agreement for Trans-Pacific Partnership (CPTPP) dan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

Khusus IEU-CEPA, perjanjian tersebut diyakini akan meningkatkan daya saing produk manufaktur Indonesia di pasar Uni Eropa melalui penghapusan tarif masuk berkisar 10 persen hingga 20 persen.

Baca juga : Yuk Bergembira, Tapi Jangan Berlebihan Ya

Untuk menjaga pertumbuhan ekonomi nasional pada semester II-2026, Pemerintah telah menyiapkan paket stimulus ekonomi senilai Rp 26,34 triliun. Paket tersebut terdiri atas stimulus transportasi dan pariwisata sebesar Rp 2,04 triliun, program magang dan vokasi Rp 6,26 triliun, serta bantuan pangan Rp 18,04 triliun.

Pemerintah juga memperkuat strategi diversifikasi sumber pasokan energi dan bahan baku guna mengurangi risiko ketergantungan terhadap satu negara atau kawasan tertentu.

Saat ini, ketergantungan impor minyak Indonesia dari Timur Tengah hanya sekitar 20 persen. Sedangkan pasokan alternatif telah tersedia dari berbagai negara lain, utamanya di kawasan Afrika.

Terpisah, Chief Economist Trimegah Sekuritas Indonesia Fahkrul Fulvian menilai, strategi fiskal Pemerintah berada di jalur yang tepat.

Menurut dia, peningkatan penerimaan negara dan pengelolaan belanja yang lebih baik menunjukkan kondisi fiskal Indonesia tetap terjaga.

Fahkrul mengatakan, penguatan rupiah dan pemulihan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tidak terlepas dari sinergi kebijakan Pemerintah dan BI sejak awal Juni 2026.

Baca juga : Jepang Vs Swedia, Cahaya Asia Menatap Puncak

“Pasar mulai melihat adanya trajektori ekonomi Indonesia yang bergerak ke arah lebih baik, setelah adanya komunikasi bersama antara BI dan Kementerian Keuangan mengenai bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas,” ujar Fahkrul.

Menurutnya, fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat. Hal ini tercermin dari kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), pertumbuhan ekonomi, dan inflasi yang tetap terkendali meski tekanan global berlanjut. DIR

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Kamis, 25 Juni 2026 dengan judul "Sinergi Fiskal-Moneter Diperkuat, Pemerintah Siapkan Dana Stimulus Dan Genjot Investasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense