Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Hubungan Makin Mendingin
Starmer Paksa Burnham Percepat Masa Transisi
Kamis, 25 Juni 2026 06:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perdana Menteri (PM) Inggris Keir Starmer bertemu dengan Andy Burnham untuk pertama kalinya sejak kemenangan Burnham dalam pemilihan sela Makerfield yang mengguncang politik Partai Buruh. Pertemuan yang berlangsung sekitar satu jam itu terasa dingin.
Sumber di lingkaran Pemerintahan menyatakan, hubungan kedua kubu sedang tegang menyusul keputusan Starmer mundur dan membuka jalan bagi Burnham menjadi pemimpin baru Partai Buruh, sekaligus PM Inggris.
“Keir selalu mengutamakan kepentingan negara. Tetapi pertemuan itu jelas bukan pertemuan yang hangat. Bisa dibilang dingin,” ujar seorang sumber Downing Street kepada media Inggris, Telegraph, Rabu (24/6/2026).
Starmer disebut menyetujui permintaan agar Burnham mulai melakukan pembicaraan dengan birokrasi Pemerintahan. Termasuk kepada Sekretaris Kabinet Antonia Romeo, untuk memperlancar proses transisi kekuasaan.
Baca juga : Jennifer Coppen, Happy Anak Dipuji Pintar
Meski berkomitmen memastikan transisi kekuasaan berjalan tertib, kubu Starmer tidak bersedia memberi Burnham waktu terlalu lama untuk bersiap mengambil alih Pemerintahan.
Awalnya, Burnham berharap bisa mulai memimpin pada September. Namun, Starmer memilih mempercepat proses tersebut.
Menurut loyalis Starmer, tidak ada alasan bagi koleganya itu tetap memikul beban Pemerintahan selama berbulan-bulan, setelah kubu Burnham secara terbuka mendesaknya mundur.
“Ada tekanan kuat dari kubu Burnham agar diberi waktu lebih panjang. Tapi mereka tidak bisa meminta Keir pergi, lalu berharap dia tetap mengendalikan Pemerintahan melewati musim panas yang berpotensi sulit. Keir akan membantu proses transisi, tetapi tidak dengan perasaan senang,” kata sumber itu.
Baca juga : Kesimpulan Purbaya: Kita Sudah Lewati Ujian Berat
Sementara, tim Burnham kesal dengan jadwal transisi yang terlalu singkat. Meski mereka tetap optimistis mampu mengambil alih Pemerintahan dengan cepat.
“Pemerintahan sebelumnya punya waktu bertahun-tahun untuk bersiap, tetapi tetap banyak masalah. Kami hanya punya waktu tiga minggu dan harus memanfaatkannya sebaik mungkin,” ujar seorang sumber senior kubu Burnham.
Menurutnya, tenggat waktu yang sempit akan memaksa seluruh tim bekerja lebih fokus dan bergerak cepat.
Menjelang lengser, Starmer ingin menuntaskan sejumlah agenda penting. Terutama rencana investasi pertahanan yang telah disusunnya. Namun, tidak akan ada kebijakan besar atau komitmen belanja baru yang dapat membatasi ruang gerak Pemerintahan berikutnya.
Baca juga : Hadir Di Bangkalan Madura, Presiden Jelaskan Rupiah Di Depan Para Ulama NU
Sedangkan Burnham mulai menyiapkan arah Pemerintahannya. Mantan Wali Kota Greater Manchester itu akan fokus pada empat isu utama. Yakni biaya hidup masyarakat, devolusi kewenangan daerah, penciptaan lapangan kerja bagi kaum muda, dan penghentian penempatan pencari suaka di rumah-rumah sewa bersama.
Pekan depan Burnham dijadwalkan menyampaikan pidato kebijakan pertamanya yang akan menjadi penanda perubahan arah Pemerintahan Partai Buruh pasca-Starmer.
Sesuai jadwal Partai Buruh, jika tidak menghadapi penantang dalam pemilihan kepemimpinan hingga 16 Juli nanti, Burnham akan dikukuhkan dalam konferensi khusus pada 17 Juli mendatang sebagai Ketua Partai Buruh dan langsung dilantik sebagai Perdana Menteri Inggris pada hari yang sama. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Kamis, 25 Juni 2026 dengan judul "Hubungan Makin Mendingin Starmer Paksa Burnham Percepat Masa Transisi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya