RM.id Rakyat Merdeka - Sebagai wujud tanggung jawab untuk menciptakan dampak positif dan kemandirian ekonomi serta praktik pertambangan berkelanjutan, PT Cipta Kridatama (CK) mengambil langkah strategis dengan berinvestasi langsung pada pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sekitar wilayah operasionalnya.
Anak usaha PT ABM Investama Tbk (ABMM) ini mendidik para operator muda dalam program Advance Development Operator Program (ADOP) melalui Pelatihan Bimbingan Mental, Fisik, dan Disiplin (Bintalfisdis) serta Bela Negara yang didukung oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Kegiatan yang berlangsung pada 3 hingga 12 Juni 2026 itu diadakan di Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Sebanyak 28 peserta asal Meulaboh, Aceh Barat, berhasil lolos dalam program ADOP batch 1 dari total 50 orang yang ditargetkan oleh perusahaan.
Para peserta mengikuti pelatihan pembentukan karakter dan kompetensi yang komprehensif, dimulai dari program Bintalfisdis dan Bela Negara di Rindam Tambun Bungai Banjarbaru.
Mereka kemudian mengikuti pelatihan teori dan simulator di Training Center Nasional PT Cipta Kridatama, sebelum melaksanakan On Job Training (OJT) di Site CK-BMB Tapin, Kalimantan Selatan.
Baca juga : Martina Berto Targetkan Penjualan 24,98 Persen Di 2026 Dukung Keberlanjutan
Setelah proses selesai, mereka akan ditempatkan di wilayah operasional MIFA, anak usaha ABMM lainnya, di Aceh Barat. Latihan ini dipersiapkan agar para operator muda ini mahir mengoperasikan unit Off Highwat Truck (OHT) CAT 773 berkapasitas 60 ton sesuai prosedur.
ADOP juga dirancang untuk membentuk Operator Juara, yaitu operator yang produktif, disiplin, serta berorientasi keselamatan.
Direktur Cipta Kridatama Roni Setyawan mengatakan, ADOP bukan sekadar pelatihan operator alat berat, tetapi merupakan upaya nyata untuk membuka peluang kerja, meningkatkan kompetensi masyarakat lokal, serta mempersiapkan generasi muda agar mampu bersaing di dunia industri yang semakin kompetitif.
Menurutnya, kecakapan teknis operator tambang harus selalu diimbangi dengan kedisiplinan dan penguasaan diri yang prima.
“Melalui integrasi Program ADOP dengan Bintalfisdis dan Bela Negara, kami ingin memastikan setiap operator tidak hanya ahli dan cekatan mengendalikan alat berat, tetapi juga memiliki mentalitas tangguh dan kesadaran penuh akan keselamatan kerja," ujar Roni dalam keterangannya, Sabtu (27/6/2026).
Roni menambahkan, disiplin tinggi adalah kunci utama untuk mencegah kelalaian sekecil apa pun di area tambang, sehingga target zero fatality dapat terwujud.
Baca juga : Telkomsel Digiland Run 2026 Tanam Ribuan Mangrove Dukung Gerakan Berkelanjutan
Pelatihan berdurasi 10 hari ini dirancang untuk membentuk fondasi karakter yang kokoh. Para peserta diajak memahami bahwa penerapan kedisiplinan yang ketat ala militer merupakan investasi karier.
Melalui gemblengan ini, para lulusan Bintalfisdis didorong untuk menjadi role model dalam penerapan budaya disiplin operasional di lingkungan perusahaan.
ADOP Tingkatkan Kualitas Pekerja Lokal Para peserta mengungkapkan, program ini adalah peluang emas untuk menembus industri pertambangan profesional langsung bagi putra daerah.
Melalui proses seleksi ketat hingga gemblengan fisik dan mental, mereka dibentuk menjadi pribadi yang jauh lebih tangguh.
Program ADOP membuktikan bahwa putra daerah yang berada di area operasional CK diberikan ruang dan kepercayaan penuh untuk tumbuh bersama perusahaan.
"ADOP adalah kesempatan pertama untuk memasuki dunia kerja profesional di industri pertambangan. Melalui program Bintalfisdis dan pelatihan lanjutan nanti, kami siap dibentuk menjadi Operator Juara yang tak hanya produktif, tapi juga sangat berorientasi pada keselamatan dan efisiensi kerja di lapangan," tutur Riski Darmawansyah, perwakilan peserta berprestasi.
Baca juga : BSI Pastikan Persiapan Operasional Cabang Di Arab Saudi Makin Matang
Hal senada disampaikan oleh Teuku Hamzah, salah satu perwakilan peserta berprestasi lainnya.
“Pelatihan ini tidak hanya membekali kami dengan keahlian teknis operasional berat, tetapi juga menanamkan kesadaran penuh akan pentingnya budaya keselamatan kerja di lapangan. Kami bangga bisa menjadi bagian dari angkatan pertama yang membuka jalan bagi putra daerah lainnya," tuturnya
Dengan selesainya program ADOP batch 1 2026, para operator muda CK siap memberikan kontribusi terbaik, mendongkrak produktivitas, serta menjadi bagian dari pembangunan ekonomi daerah melalui peningkatan kualitas tenaga kerja lokal.
ADOP sebelumnya telah dijalankan di area operasional di Kalimantan Selatan pada 2025.
Roni menambahkan, salah satu misi yang dicetuskan oleh pendiri perusahaan adalah secara terus menerus menciptakan lapangan kerja yang layak dan berkualitas bagi sebanyak mungkin rakyat Indonesia.
"Semangat itulah yang terus diwujudkan Cipta Kridatama melalui berbagai program pengembangan sumber daya manusia, termasuk ADOP,” pungkas Roni.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.