RM.id Rakyat Merdeka - Di tengah upaya mempercepat transisi energi, Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang mencatat tonggak bersejarah. Pembangkit panas bumi tertua di Indonesia itu menghasilkan listrik 1.806,41 Gigawatt Hour (GWh), sepanjang 2025, rekor tertinggi dalam tiga tahun terakhir.
Produksi PLTP Kamojang tersebut meningkat 1,23 persen secara year on year (yoy) dan menjadi capaian produksi tertinggi di antara seluruh Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE).
“PGE memperkuat peran Kamojang dalam perjalanan panjang pengembangan panas bumi Indonesia yang memasuki usia satu abad,” ungkap Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron dalam keterangannya, Senin (29/6/2026).
Berawal dari penemuan potensi panas bumi pada 1926 di Kamojang, Jawa Barat, wilayah tersebut kini berkembang menjadi salah satu pusat pengembangan energi panas bumi nasional.
Baca juga : Menteri Bahlil Ajak Kampus Kejar Target Program E20
Melalui lima unit PLTP yang beroperasi, Area Kamojang mengelola total kapasitas terpasang sebesar 235 Megawatt (MW) yang mampu menerangi lebih dari 260 ribu keluarga dengan pasokan listrik yang stabil setiap harinya.
Angka ini membuktikan bahwa panas bumi merupakan sumber energi yang andal dan berkelanjutan. Panas bumi tidak hanya tetap mampu menghasilkan energi bersih, tetapi juga terus memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
Baron menuturkan, perjalanan panas bumi di Kamojang menjadi bukti bahwa energi bersih dapat tumbuh menjadi fondasi ketahanan energi. Sekaligus memberikan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.
Dia menegaskan, panas bumi menjadi salah satu bukti nyata perjalanan panjang energi bersih Indonesia.
Baca juga : Aksi Nyata Warga Bantu Jakarta Jadi Kota Global
“Potensinya yang ditemukan di Kamojang pada 1926 kemudian dilanjutkan pengembangannya oleh Pertamina melalui operasional PLTP Kamojang sejak 1983,” ucapnya.
Pada masa itu, kata Baron, energi fosil masih menjadi sumber energi utama. Namun, Pertamina telah membangun fondasi energi terbarukan yang kini terbukti mampu menyediakan listrik secara andal.
Berperan sebagai base load energi bersih, imbuhnya, panas bumi menjadi sumber energi strategis untuk meningkatkan porsi Energi Baru Terbarukan (EBT) dalam bauran energi nasional.
“Hal ini merupakan salah satu bagian dari strategi pertumbuhan ganda Pertamina,” katanya.
Baca juga : Pantai Gading Vs Norwegia, Gajah Setara Viking
Keandalan operasi PLTP Kamojang juga memperkuat agenda transisi energi nasional, memangkas emisi karbon hingga 1,22 juta ton CO2 (karbon dioksida) per tahun, sekaligus mendukung pencapaian target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.
Selain berkontribusi pada penyediaan energi bersih, perjalanan panjang panas bumi di Kamojang menciptakan dampak ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.