Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Dengar Masukan dari Profesor Sampai Anak SD di TikTok
Prabowo Berusaha Selalu Terbuka
Senin, 29 Juni 2026 08:51 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto berusaha selalu terbuka terhadap setiap masukan masyarakat. Mulai dari usulan para profesor hingga aspirasi anak-anak di desa yang disampaikan melalui media sosial seperti TikTok, semua ditampung dan ditindaklanjuti.
Pernyataan itu disampaikan Presiden Prabowo saat menutup Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri (KSTI) 2026, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (28/6/2026). Dalam kesempatan ini, Prabowo menerima berbagai usulan hasil konvensi. Prabowo berjanji akan mempelajarinya satu per satu.
"Jangankan usul dari profesor, usul dari anak di desa yang sampai langsung ke saya lewat TikTok atau apa, saya segera tindaklanjuti," kata Prabowo.
Kepala Negara menegaskan, Pemerintah harus berani menghadapi berbagai persoalan secara terbuka. Sebab, kemajuan sebuah negara bergantung pada keberanian mengakui masalah.
"Kesulitan harus dihadapi. Kita harus berani menghadapi kesulitan, berani mengakui kesulitan, dan kerja keras mencari solusi terhadap kesulitan,” tegasnya.
Baca juga : Brazil vs Jepang, Samurai Biru Siap Jagal Tarian Samba
Prabowo melanjutkan, perkembangan teknologi dan media sosial memungkinkan Pemerintah merespons persoalan masyarakat lebih cepat. "Kesulitan di satu desa di Nias langsung bisa kita ketahui dan kita selesaikan dalam waktu cepat," imbuhnya.
Meski demikian, Prabowo mengingatkan, perkembangan teknologi juga memiliki sisi negatif. Karena itu, perkembangan teknologi harus dimanfaatkan secara bijak.
Prabowo lalu meminta kalangan perguruan tinggi terus mengembangkan riset yang mampu mendorong kemajuan bangsa. "Jadi Saudara-saudara, inilah nanti para guru besar, para profesor yang harus mendalami itu," ucap Kepala Negara.
Ia pun mengapresiasi berbagai rekomendasi terkait penguatan hilirisasi industri. Menurutnya, hal itu sejalan dengan cita-cita Indonesia, yaitu mampu menghasilkan produk akhir yang memiliki nilai tambah tinggi.
Prabowo juga menyambut baik usulan mengenai perluasan kerja sama antara perguruan tinggi di Indonesia dengan institusi pendidikan luar negeri. "Saya kira ini benar, nanti kita akan ke arah situ semua," paparnya.
Baca juga : Keyakinan Jokowi, 2029 PSI Akan Masuk Senayan
Pada kesempatan tersebut, Prabowo menegaskan pentingnya menjaga kebebasan akademik di lingkungan kampus. Ia menegaskan, perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam dunia pendidikan tinggi. Namun, Prabowo berharap perguruan tinggi terus berfokus mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dapat memberikan manfaat nyata bagi rakyat.
"Biarlah kampus aktif menggeluti sains dan teknologi untuk memberi manfaat kepada rakyat yang membiayai kampus-kampus itu, yang membiayai semua lembaga pendidikan," tuturnya.
Di acara yang sama, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan, Presiden Prabowo telah mengarahkan peningkatan anggaran riset nasional menjadi Rp 4 triliun. Pemerintah kini menyusun peta jalan riset nasional agar seluruh penelitian berjalan dalam satu grand design.
"Setelah itu kami menindaklanjutinya bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, Bappenas, dan BRIN untuk menyatukan seluruh riset nasional," terang Prasetyo.
Pemerintah telah menyusun peta jalan riset yang menjadi acuan bagi seluruh penelitian di Indonesia. Melalui grand design tersebut, riset diharapkan mampu memberikan dampak nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat.
Baca juga : Negara Lain Dilanda Gempa Dan Suhu Panas, Kita Harus Selalu Waspada Bencana
Prasetyo menambahkan, riset yang menjadi prioritas antara lain pengelolaan sampah, pengembangan energi, hingga transisi penggunaan energi dari Liquefied Petroleum Gas
(LPG) ke Compressed Natural Gas (CNG). "Riset-riset yang langsung berdampak pada menyelesaikan masalah-masalah yang kita hadapi," jelasnya.
Politisi Partai Gerindra itu juga menjelaskan, kehadiran Prabowo pada pembukaan dan penutupan KSTI 2026 mencerminkan besarnya perhatian pemerintah terhadap dunia akademik. Prabowo memandang para dekan, guru besar dan rektor sebagai sumber daya intelektual terbaik yang dimiliki bangsa.
"Beliau ingin mengajak seluruh sivitas akademika bekerja bersama, mengeluarkan kemampuan terbaik di bidang masing-masing dalam satu semangat kebangsaan untuk menyelesaikan persoalan bangsa," terang Prasetyo.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya