RM.id Rakyat Merdeka - PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim/PKT) kembali mencatatkan prestasi di kancah Internasional, dengan meraih penghargaan Asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2026, pada kategori Social Empowerment, yang digelar di Kuala Lumpur, Malaysia, Jumat (26/6/2026).
Vice President (VP) TJSL Pupuk Kaltim Rezha Abdillah mengatakan, penghargaan ini konsisten diraih Pupuk Kaltim sejak 2019, melihat keberhasilan Perusahaan dalam pemberdayaaan masyarakat dan penciptaan nilai bersama bagi lingkungan.
Tahun ini, kata Rezha, perseroan mengangkat program "Cerdas Dalam Wirausaha Jamur Unggulan untuk Masyarakat Sejahtera (CENDAWAN JUARA), yang dilaksanakan di Kelurahan Guntung, Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim).
Menurutnya, program ini bagian dari komitmen perusahaan membangun kemandirian ekonomi, melalui pengembangan budidaya jamur yang terintegrasi dengan peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Serta, ditopang penguatan kelembagaan kelompok dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
Ia pun menegaskan, inisiatif ini selaras dengan komitmen perusahaan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada aspek pengentasan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, penciptaan pekerjaan layak, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta penguatan kemitraan dalam pembangunan.
"Melalui Cendawan Juara, kami mendorong pendekatan ekonomi sirkular dalam membangun usaha masyarakat yang tidak hanya berorientasi ekonomi, tapi juga memberi manfaat nyata terhadap pelestarian lingkungan," ujar Rezha, dalam keterangannya, Rabu (1/7/2026).
Baca juga : Bank Jakarta Borong 3 Penghargaan Customer Experience 2026
Lebih lanjut Rezha menjelaskan, program Cendawan Juara berjalan sejak 2025, dengan rencana pendampingan hingga 2029.
Pendekatan jangka panjang dirancang agar kelompok binaan tidak hanya mampu menjalankan budidaya, tapi juga berkembang menjadi usaha mandiridengan tata kelola yang baik, serta mampu memperluas manfaat program bagi masyarakat sekitar.
“Program ini melibatkan 29 masyarakat yang mayoritas berasal dari kelompok lanjut usia di Kelurahan Guntung,” katanya.
Sementara itu, pemilihan sasaran didasarkan pada upaya meningkatkan partisipasi kelompok rentan dalam aktivitas ekonomi produktif, sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan ekonomi keluarga dan masyarakat.
Sedangkan, aktivitas utama meliputi budidaya jamur, pemanfaatan limbah baglog sebagai pupuk kompos, hingga produksi berbagai olahan makanan berbahan dasar jamur.
“Seluruh aktivitas saling terintegrasi, sehingga mampu mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, sekaligus meminimalkan limbah yang dihasilkan,” tuturnya.
Baca juga : Plaza Seremoni IKN Karya Brantas Abipraya Raih Penghargaan Lanskap MLAA 2026
Tak hanya itu, seluruh anggota binaan pun mendapat pendampingan dalam berbagai aspek. Yakni, mulai dari teknik budidaya jamur, pengelolaan kelembagaan kelompok, pengembangan usaha, hingga pengolahan hasil panen menjadi produk bernilai tambah.
"Pendekatan tersebut menjadikan program tidak hanya menghasilkan komoditas pertanian, namun juga menciptakan rantai nilai ekonomi dengan lebih luas," ujar Rezha.
Ia menambahkan, berbagai inovasi pun lahir dari pendampingan Cendawan Juara. Salah satunya drum jamur tiram, sebuah inovasi teknologi budidaya yang mampu menampung sekitar 30-35 baglog jamur dalam satu unit.
Rezha menilai, teknologi ini terbukti meningkatkan efisiensi ruang budidaya, sekaligus menghasilkan produktivitas panen hingga 2 kilogram (Kg) jamur dari tiap baglog selama masa produksi.
Bahkan, limbah baglog jamur yang sebelumnya tidak memiliki nilai ekonomi, pun diolah hingga menghasilkan 250-300 Kg kompos matang dari tiap 500 unit limbah baglog.
“Pemanfaatan limbah ini juga menciptakan sumber pendapatan baru lewat penjualan kompos, maupun untuk mendukung kegiatan pertanian bagi masyarakat sekitar," ujarnya.
Baca juga : Tugu Insurance Borong 5 Penghargaan Digital Brand Awards 2026
Selanjutnya dari sisi hilir, kelompok binaan turut mengembangkan ragam produk olahan jamur dengan nilai tambah lebih tinggi. Yang mana, produk tersebut menjadi alternatif usaha, sekaligus memperluas peluang pasar agar pendapatan kelompok tidak hanya bergantung dari hasil budidaya.
"Pengembangan seluruh sektor usaha tersebut mendorong terbentuknya ekosistem ekonomi masyarakat yang lebih tangguh, inklusif dan berkelanjutan. Inilah nilai utama yang terus kami bangun," ujar Rezha.
Untuk itu, pencapaian pada ajang AREA 2026 ini bagian dari perjalanan panjang perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas program pemberdayaan masyarakat.
Utamanya, berorientasi pada penciptaan nilai bersama dalam memberi manfaat, yang diharap mampu memperkuat pembangunan ekonomi dan sosial secara inklusif.
Terlebih, penghargaan ini merupakan ke-8 kali berhasil diraih dan dipertahankan Pupuk Kaltim sejak 2019.
"Melalui Cendawan Juara, perusahaan ingin menunjukkan inovasi sosial yang dibangun bersama masyarakat dapat menjadi solusi nyata dalam meningkatkan kesejahteraan, memperkuat ketahanan ekonomi lokal, serta menghadirkan pembangunan berkelanjutan," pungkas Rezha.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.