BREAKING NEWS
 

APBN Makin Sehat, Purbaya Senang

Reporter : NUR ROCHMANNUDIN
Editor : UJANG SUNDA
Kamis, 16 Juli 2026 08:19 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa (Foto: Khairizal Anwar/RM)

RM.id  Rakyat Merdeka - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa senang karena kondisi APBN semakin sehat. Saking senangnya, Purbaya sampai joget-joget.

Purbaya menyampaikan Laporan Pelaksanaan APBN semester I dan Prognosis semester II-2026 dalam Rapat Kerja bersama Badan Anggaran (Banggar) DPR, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (7/7/2026). Dalam paparannya, Purbaya menjelaskan, APBN 2026 tetap dirancang menjadi instrumen utama dalam menjaga stabilitas perekonomian sekaligus mendukung pelaksanaan delapan agenda prioritas nasional.

APBN juga tetap menjalankan fungsi strategis sebagai instrumen fiskal untuk menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan produktivitas, dan memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi nasional.

"APBN 2026 bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional dengan tetap menjaga tata kelola keuangan yang sehat, kredibel dan akuntabel," terangnya.

Purbaya menyampaikan, di tengah ketidakpastian global, fundamental ekonomi Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat. Pada triwulan I-2026, perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,61 persen (year-on-year/yoy). Inflasi pada Juni 2026 juga tetap terkendali pada level 3,34 persen (yoy).

Baca juga : Nama Jampidsus Baru Sudah Masuk Istana

Dari sisi pendapatan, hingga semester I-2026, mencapai Rp 1.459,4 triliun atau 46,3 persen dari target APBN. Angka ini tumbuh 21,4 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Purbaya menerangkan, capaian ini ditopang Penerimaan Perpajakan sebesar Rp 1.187,8 triliun dan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sebesar Rp 271,0 triliun yang didukung meningkatnya aktivitas ekonomi, penguatan tata kelola perpajakan dan kepabeanan, serta peningkatan kualitas layanan Kementerian/Lembaga dan Badan Layanan Umum.

Dari sisi belanja negara, mencapai Rp 1.656,0 triliun atau 43,1 persen dari pagu APBN. Angka ini tumbuh 17,8 persen (yoy) dibandingkan semester I-2025.

Khusus untuk belanja Pemerintah Pusat, hingga semester I-2026 mencapai Rp 1.298,6 triliun atau meningkat 29,4 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Belanja tersebut difokuskan untuk mendukung berbagai program prioritas nasional, seperti  Makan Bergizi Gratis (MBG), penyaluran bantuan Iuran Jaminan Kesehatan untuk masyarakat tidak mampu, penyaluran Kartu Sembako, Program Keluarga Harapan, penyaluran Kartu Indonesia Pintar Kuliah, serta pembayaran gaji aparatur termasuk THR dan gaji ke-13.

Adsense

Dengan perkembangan tersebut, defisit APBN semester I-2026 tercatat Rp 196,5 triliun atau 0,76 persen terhadap PDB, jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2025, yang mencapai Rp 204,2 triliun atau 0,84 persen terhadap PDB.

Baca juga : Inggris vs Argentina, Gol ”Tangan Tuhan” Masih Menghantui

“Secara keseluruhan, capaian semester I menunjukkan momentum penerimaan negara berada pada jalur positif,” ucap Purbaya.

Ia menambahkan, APBN juga tetap menjalankan fungsi sebagai shock absorber melalui kebijakan fiskal yang menjaga stabilitas ekonomi, termasuk mempertahankan harga BBM bersubsidi untuk melindungi daya beli masyarakat. Pemerintah terus memperkuat sinergi dengan Pemerintah Daerah agar belanja negara semakin efektif mendukung pembangunan.

“Peningkatan realisasi belanja Pemerintah Pusat pada tahun 2026 ini menjadi katalisator untuk mendukung pertumbuhan ekonomi di semester pertama tahun 2026,” ungkapnya. 

Purbaya menjamin akan terus menjaga kesehatan APBN, meningkatkan kualitas belanja, serta mengoptimalkan penerimaan negara tanpa menaikkan tarif pajak. “APBN 2026 bekerja keras mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan mendukung agenda prioritas pembangunan nasional dengan tetap menjaga tata kelola keuangan yang sehat, kredibel, dan akuntabel,” ucapnya.

Kondisi ekonomi Indonesia yang sehat juga tergambar dari keputusan Standard & Poor's Global Ratings (S&P) yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia di level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan outlook stabil. Saat ditanya wartawan mengenai hal ini, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa (14/6/2026), Purbaya sampai joget.

Baca juga : MBG Diawasi Ketat Pemerintah Pusat-Daerah

Purbaya menganggap, penilaian S&P ini sebagai bentuk pengakuan internasional terhadap pengelolaan fiskal Indonesia yang hati-hati. Ia optimis, peringkat utang Indonesia akan terus membaik ke depannya

"Update dari S&P merupakan konfirmasi bahwa kita berjalan di arah yang benar, dengan kebijakan yang baik dan hati-hati," ucapnya, dengan wajah riang,

Purbaya menyebut, S&P memiliki standar penilaian tertinggi dan tidak terpengaruh oleh faktor politik eksternal. Pemerintah pun intens menjalin diskusi dengan lembaga tersebut guna pendalaman data.

"Dia nggak akan main-main, nggak akan terpengaruh politik, jadi lihat apa adanya. Selama ini juga kita melakukan diskusi dengan S&P ketika mereka mencari informasi lebih dalam, pendalaman terhadap informasi yang ada," papar Purbaya.

Dengan adanya sentimen positif ini, para pelaku pasar modal didorong untuk segera mengambil langkah strategis di bursa saham tanpa perlu merasa khawatir terhadap isu miring seputar kebijakan fiskal nasional. "Jadi, beli saham kalau Anda pemain saham, jangan takut lagi," saranya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense